Cara Cek Akun Tokopedia yang di Hack

Ilustrasi Tokopedia. Foto: TEMPO/Nufus Nita Hidayati

Jakarta, Talamedia.id – Sebanyak 91 juta data akun pengguna Tokopedia dilaporkan bocor dan diperjualbelikan di sebuah situs gelap atau darkweb. Bahkan, data berupa email, kata kunci (password), nama, dan lainnya tengah diupayakan untuk diretas.

Lantas, bagaimana cara untuk bisa mengetahui apakah akun dan password Anda pernah bocor atau tidak?

Anda bisa memeriksanya di avast.com, situs keamanan internet lintas platform untuk Microsoft Windows, macOS, Android dan iOS. Caranya, akses situs berikut: https://www.avast.com/hackcheck/.

Setelah itu, Anda bisa memasukkan alamat email di kolom pemeriksaan. Kemudian, Avast akan mengirimkan hasil pemeriksaan ke alamat email yang Anda periksa.




Di email, Avast akan melaporkan berapa kali password email Anda bocor di pasar gelap. Avast juga menginformasikan email Anda bocor saat terhubung dengan situs apa saja, misalnya Gmail hingga e-commerce.

Selain Avast, dilansir dari berbagai sumber, berikut beberapa situs lain untuk memeriksa email dan password Anda pernah bocor atau tidak:

1. Have I Been Pwned?


Have I Been Pwned bekerja untuk melacak pelanggaran yang menggunakan email Anda. Seperti halnya Avast, Anda hanya perlu memasukkan alamat email dan situs akan menampilkan hasil pemeriksaan.

Untuk pelanggaran yang lebih sensitif, situs https://haveibeenpwned.com/, bisa memberi layanan tersebut, namun Anda diminta untuk mendaftar di situs itu lebih dulu.

Situs juga bisa memeriksa akun Anda untuk tautan langsung ke akun tertentu, sehingga dapat langsung memunculkan hasil untuk satu alamat email tertentu jika Anda berencana melakukan banyak pencarian berulang.

2. BreachAlarm

BreachAlarm juga bisa Anda manfaatkan untuk pemeriksaan. Bahkan, situs ini juga menawarkan layanan notifikasi berbayar setiap kali ada pelanggaran menggunakan email Anda dan layanan perlindungan lain dengan harga US$30 per tahun.

3. DeHashed

DeHashed tidak hanya bisa memeriksa apakah email Anda bocor atau tidak. Situs ini juga memungkinkan untuk mengetahui apakah identitas nama Anda muncul di daftar yang diretas. Link DeHashed https://www.dehashed.com/

Anda juga dapat melihat kata sandi Anda ada di daftar akun mana saja. Namun, penggunaan situs ini tidak semudah situs lainnya, kecuali Anda melakukan langganan layanan.

4. Sucuri Security Scanner

Sucuri Security Scanner tidak hanya memeriksa email, namun juga memungkinkan Anda untuk memeriksa seluruh situs apakah ada tanda-tanda bug, daftar hitam, kerentanan keamanan, dan keberadaan peretas. Situs ini juga memungkinkan Anda untuk melihat info pelanggaran data pribadi. Link https://sucuri.net/

Jika ada, Anda dapat mengubah data login untuk melindungi diri dari masalah di masa mendatang.

5. Google

Google juga memiliki fitur pemeriksaan password yang disinkronkan dengan Chrome dan Android. Anda tinggal mengakses passwords.google.com, yang merupakan pintasan URL ke pengelola password Google.

Sebelumnya, Tokopedia dilaporkan mengalami peretasan, bahkan jumlahnya diperkirakan 91 juta akun dan 7 juta akun merchant, tidak lagi 15 juta seperti diberitakan sebelumnya.

Padahal di tahun 2019, Tokopedia mengungkapkan bahwa ada sekitar 91 juta akun aktif di platformnya. Artinya hampir semua akun di Tokopedia berhasil diambil datanya oleh peretas.

Pelaku menjual data di darkweb berupa user ID, email, nama lengkap, tanggal lahir, jenis kelamin, nomor handphone dan password yang masih ter-hash atau tersandi. Semua dijual dengan harga US$5.000 atau sekitar Rp74 juta. Bahkan ada 14.999.896 akun Tokopedia yang datanya saat ini bisa didownload.

Kominfo turut Bantu

Sementara, Kominfo mendesak pengelola Tokopedia melakukan investigasi internal untuk memastikan dugaan kebocoran data dan mengambil langkah yang diperlukan guna menjamin keamanan data pengguna.

“Kami sudah bersurat dan berkordinasi dengan Tokopedia. Tim teknis Kominfo sudah melakukan koordinasi teknis untuk menindaklanjuti adanya isu pembobolan data pengguna,” ujar Menkominfo, Johnny G. Plate, dalam sebuah pernyataan, Minggu (3/5).

Plate mengatakan akan memanggil Direksi Tokopedia agar memberikan penjelasan terkait hal itu yang diagendakan berlangsung pada Senin (4/5).

Probo Agung Laksono
Reporter