Yuk, Tonton Film Terbaik Karya Joko Anwar!

Joko Anwar. Foto: kapanlagi/budy santoso

Talamedia.id – Work from Home (WFH) menuntut masyarakat untuk di rumah saja dan menjauhi kerumuman. Mulai belajar dari rumah, rapat dari rumah, bekerja dari rumah, segala hal sebisa mungkin diusahakan dari rumah. Katanya, WFH ini efektif untuk menekan penyebaran Covid-19. Namun, tidak sedikit juga orang merasa bosan dan suntuk untuk tetap di rumah, karena terbiasa dengan aktivitas yang mobile.

Sejatinya, banyak hal yang bisa dilakukan di rumah untuk meredakan rasa bosan dan suntuk tersebut. Salah satunya dengan menonton film. Apalagi kalau film karya Joko Anwar! Selain sebagai sarana hiburan, ternyata menonton film memiliki manfaat yang jarang disadari.

Melansir dari Doktersehat.com, menonton film dapat meningkatan keterampilan analisis, meningkatkan pengetahuan dan informasi, serta juga dapat menjadi terapi kesehatan yang biasa disebut cinetheraphy.



Nama Joko Anwar memang sudah tak asing lagi dalam dunia perfilman Tanah Air. Beberapa film karyanya kerap menajdi nominasi dan menjadi pemenang dalam ajang Festival Film Indonesia dan berbagai ajang lainnya. Berikut rekomendasi film karya Joko Anwar yang worth it untuk kamu tonton!

1. Janji Joni

Dok: istimewa

Dirilis tahun 2004, data dari IMBd, film berhasil mendapatkan nilai ulasan 7,6 dari 1.126 pengulas. Film ber-genre adventurecomedy ini menyuguhkan Joni (Nicholas Saputra) sebagai tokoh utama.

Joni, diceritakan seorang pengantar roll film yang tidak pernah terlambat dan bertekad untuk dapat diandalkan. Suatu hari Joni harus melewati berbagai rintangan agar dapat mengantarkan roll film dengan tepat waktu agar film di bioskop tidak akan habis. Jika gagal, Joni tidak akan bisa bertemu wanita yang sebelumnya pernah ia temui.

2. Kala

Dok: Movieden

Film berjudul lengkap Dead time: Kala, menceritakan bagaimana sedikit demi sedikit searangkaian kasus pembunuhan terkuak. Film Kala juga diwarnai dengan sedikit unsur horror. Film ini mengusung cerita penuh misteri dan bergaya noir, yang disebut-sebut sebagai sebuah lompatan dalam sejarah perfilman Indonesia.

3. Pintu Terlarang

Dok : Asian Movie Pulse

Film berdurasi 1 jam 55 menit ini berhasil mendaoatkan ulasan sebanyak 6,8. Pintu Terlarang ber-genre thriller merupakan adaptasi dari novel dengan judul yang sama. Film ini dirilis pada tahu 2009. Pintu Terlarang menceritakan kisah tersembunyi dan mengerikan dibalik kehidupan menyenangkan seorang pematung sukses, Gambir (Fachri Albar).

4. Modus Anomali

Dok: Detik

Masih ber-genre thriller, film Modus Anomali dirilis pada tahun 2012.  Film ini bercerita tentang John Evans (Rio Dewanto), seorang ayah yang diteror oleh pembunuh saat berlibur. Modus Anomali merupakan sebuah film plot twist yang akan membuat penonton terkejut dengan alurnya.

5. A Copy of My Mind

Dok: Youtube

Film ini menjadi film yang harus banget kamu tonton. Pasalnya, film A Copy of My Mind berhasil memenangkan tiga piala Citra dalam ajang Festival Film Indonesia 2015. Film ini bercerita tentang dua insan yang dipertemukan melalui pertemuan tak sengaja. Pertemuan tersebut menjadi cikal-bakal tumbuhnya rasa cinta antara keduanya.

6. Pengabdi Setan

Tentunya film yang sangat booming saat awal perilisannya tak boleh dilewatkan! Film berdurasi 1 jam 47 menit ini menceritakan empat anak yang merasa sosok ibu yang telah meninggal kembali ke rumah. Situasi semakin seram ketika ke-empat anak tersebut mengetahui bahwa ibunya kembali tak hanya sakadar menjenguk, tetapi juga menjeput

7. Gundala

Dok: Talamedia

Yap! Siapa yang tidak tau dengan film karya Joko Anwar yang satu ini. Film ini hangat diperbincangkan dan cukup menyita perhatian penggemar film pada 2019 lalu. Film Gundala dibuat berdasarkan karakter pahlawan super Indonesia pada tahun 1969. Film ini menceritakan bagaimana Sancaka (Abimana Ayasatya) melawan ketidakadilan yang terjadi menggunakan kemampuan super yang ditemukannya.

Nah, itulah rekomendasi film terbaik karya Joko Anwar. Kalau film favorit Anda tidak ada dalam daftar di atas, harap dimaklumi saja. Tentunya, ini bukan patokan. Dan ini balik lagi pada soal selera tentunya.

(mtd)