Sejarah Soundrenaline jadi Gigs Wajib

Soundrenaline 2019 di GWK, Bali. Foto :whiteboardsjurnal.com

Talamedia.id – Jika Amerika Serikat punya Woodstock, ada Glastonbury di Inggris, Rock Am Ring dan Rock Im Park di Jerman, Rock in Rio di Brasil, Fuji Rock Festival di Jepang, Big Day Out di Australia, di Indonesia punya festival musik yang patut pula dibanggakan, Soundrenaline.

Lahir di tahun 2002, Soundrenaline akan kembali menghentak penikmat musik Tanah Air dalam gelaran yang ke-17.

Hajatan musik tahunan ini menjawab keraguan sebagian orang jika Soundrenaline sempat diramalkan tak berumur panjang sejak akhir 2009 silam dan vakum di tahun 2010.

Buktinya, dengan mengusung tema besar The Spirit of All TimeSoundrenaline malah berhasil merangkul berbagai musisi lintas genre, sekaligus musisi independen dan melibatkan pelaku seni di luar industri musik.

A Mild Live Soundrenaline 2002: Experience ‘Em All

Dikutip dari grid.id, tahun 2002 menjadi momen lahirnya Soundrenaline, gelaran musik yang menjadi pionir di zamannya.

Soundrenaline pertama kali digelar pada 2 dan 3 November 2002, yang berlokasi di Parkir Timur Senayan, Jakarta.

Di tahun pertamanya, Soundrenaline mengangkat tema besar Experience ‘Em All yang merangkul seluruh penikmat musik di Indonesia, untuk menjadi saksi pertunjukan musik kelas wahid.

Saat itu, Soundrenaline belum menggandeng musisi mancanegara, namun, ada sejumlah musisi papan atas yang menjadi pengisi acara; Slank, Gigi, Boomerang, Sheila On7, BIP, /Rif, Naif, Club80’s, Dewa19, Seurieus Band, Potret dan lainnya.

Di tahun pertamanya saja, Soundrenaline disebut-sebut berhasil menarik penonton sebanyak 45 ribu orang.

A Mild Live Soundrenaline 2003: Aksi Musik Paling Bernyali

Sukses dengan gelaran tahun pertama, Soundrenaline kembali digelar di tahun 2003.

Tahun ini Soundrenaline mengangkat tema berbahasa Indonesia, yaitu Aksi Musik Paling Bernyali.

Salah satu hal yang berbeda dari Soundrenaline tahun sebelumnya adalah, kali ini gelaran festival musik ini dilaksanakan di lima kota besar di Indonesia; Medan, Bandung, Surabaya, Yogyakarta dan Bali.

Mengulang kesuksesan di tahun sebelumnya, Soundrenaline tahun ini menggandeng 64 musisi papan atas Indonesia dan menarik penonton sekitar 40 ribu orang.

A Mild Live Soundrenaline 2004: Make Music Not War

Festival musik Soundrenaline digelar untuk yang ketiga kalinya, di tahun 2004.

Kali ini Soundrenaline mengangkat tema Make Music Not War sebagai seruan untuk  saling menjaga kondisi nasional agar tetap damai.

Kali ini, Soundrenaline digelar di empat kota besar, Malang, Padang, Makassar dan Jakarta pada bulan November.

Sejumlah musisi nasional sekaligus solois meramaikan panggung Soundrenaline yaitu /rif, Superman Is Dead, Cokelat, Audy, Glenn Fredly, Saint Loco, Edane dan lainnya.

Ini adalah momen pertama di mana Soundrenaline merangkul dua band internasional untuk tampil; The Weekend dari Kanada dan The Cassanovas dari Australia.

Dua band itu berbagi panggung dengan tiga band besar Tanah Air; God Bless, Slank dan Peterpan (sekarang NOAH – red).

Saat itu, bagi pencinta musik yang kotanya tak disinggahi rangkaian acara Soundrenaline, bisa menyaksikannya dari layar televisi.

A Mild Live Soundrenaline 2005: Reborn Republic

Empat tahun Soundrenaline sukses digelar di berbagai kota, menjadi bukti jika gelaran ini memang ditunggu-tunggu oleh para penikmat musik Tanah Air.

Tahun 2005 ini, Soundrenaline kembali digelar untuk yang keempat kalinya, selama Juli-Agustus 2005, dengan tema besar Reborn Republic.

Rupanya, ada makna mendalam di balik pemilihan tema besar itu.

Salah satu perwakilan penyelenggara, Sandy Sugiharto saat itu menyebutkan jika pihaknya ingin memberikan inspirasi positif dari musisi-musisi yang tampil di Soundrenaline tahun ini.

Nah, yang berbeda dari gelaran Soundrenaline tahun ini, yaitu Jakarta tak menjadi lokasi acara.

Penyelenggara memilih kota Palembang, Bandung, Semarang, Surabaya dan Bali.

Alasan mengapa Jakarta tak menjadi salah satu lokasi acara, menurut penyelenggara, hal itu hanyalah masalah pengaturan jadwal.

Masing-masing kota mendapat jatah penyelenggaran dua tahun sekali.

Selain musisi Tanah Air seperti Slank, Iwan Fals, Peterpan, God Bless, Cokelat, /rif, Boomerang, Naif, Pas Band, Seurieus, Jikustik, Netral, Radja, Maliq & D’Essentials, Element, Chrisye, Melly Goeslaw, Glenn Fredly, Audy, Ello dan Dewi Sandra, ada juga dua musisi internasional; Noise Conspiracy dari Swedia dan Crowned King dari Kanada.

A Mild Live Soundrenaline 2006: Rock United

Penyelenggaraan Soundrenaline tahun ini, digelar di tengah-tengah suasana duka nasional.

Pasalnya, kota Jogja yang sedianya menjadi lokasi acara tahunan A Mild Live Soundrenaline, dibatalkan.

Saat itu, Jogja baru saja diguncang gempa besar yang membuat kota gudeg itu porak poranda.

Mengangkat tema Rock United, gelaran Soundrenaline tahun kelima ini mengajak para musik mania untuk tetap bersatu meski berbagai macam cobaan tengah menghantam bumi Indonesia tercinta.

Selain Jakarta (13 Agustus 2006), empat kota lain yang menjadi lokasi acara Soundrenaline tahun ini adalah Banjarmasin (23 Juli 2006), Makassar (30 Juli 2006), Pekanbaru (6 Agustus 2006), Medan (13 Agustus 2006).

Sederet musisi menjadi penampil saat itu, termasuk duo dan band yang sudah bubar saat ini, RATU dan Seurieus.

Turut jadi penampil pula musisi internasional INXS (Australia), Saw Losser (Singapura) dan Mike Tramp (Amerika).

Poster Event Soundrenaline 2019. Gambar: loket.com

A Mild Live Soundrenaline 2007: Sounds of Change

Penyelenggara acara menepati janjinya untuk tak memilih Jakarta sebagai lokasi acara A Mild Live Soundrenaline tahun ini.

Soundrenaline 2007 digelar di lima kota besar di Indonesia; Padang, Palembang, Bandung, Surabaya dan Bali, di mana Padang menjadi kota pengganti Palembang dalam gelaran Soundrenaline 2005.

Satu hal yang berbeda pula, penyelenggaraan Soundrenaline di Surabaya, yang biasanya dilakukan di Bumi Marinir, harus dipindahkan ke Sirkuit Pantai Ria karena bencana lumpur di Sidoarjo.

Tiga musisi internasional terlibat tahun ini Dearest (Kanada), Crowned King (Kanada), Scraping for Change (USA) berbagi panggung dengan musisi lokal.

Nah, yang spesial adalah penyelenggara mencari penampilan terbaik dari musisi yang tampil saat itu, untuk dihadiahi kesempatan menonton konser band The Poice di Paris.

Beruntung, band Nidji yang masih digawangi oleh Giring, menjadi pemenang setelah mengalahkan para seniornya, GIGI, Pas Band, /Rif dan Slank.

Saat itu, Nidji dinilah membawakan perubahan spektakuler dalam musik mereka, sesuai dengan tema besar Soundrenaline tahun ini, Sounds of Change.

A Mild Live Soundrenaline 2008: Free Your Voice

Tema Free Your Voice diangkat penyelenggara Soundrenaline tahun ini sebagai pelengkap tema besar di tahun sebelumnya, Sounds of Change.

Tema itu bermaksud untuk memberikan kebebasan para penikmat musik untuk menuangkan pendapat mereka baik tentang musik maupun kehidupan sosial yang terjadi di sekitar.

Salah satu hal yang menarik dalam hajatan besar Soundrenaline tahun ini adalah, musik mania diberikan waktu seleluasa mungkin untuk berinteraksi langsung dengan para musisi yang terlibat dalam event camping ground.

Beberapa musisi akan bermalam di tenda setelah pesta akbar ini berakhir.

Sayangnnya event camping ground itu hanya diadakan di Yogyakarta.

Sementara penikmat musik dari empat kota lain Pekanbaru (13 Juli), Medan (20 Juli), Batam (27 Juli), Malang (3 Agustus) tak mendapatkan kesempatan istimewa itu.

Jika tahun sebelumnya, Nidji berhasil merasakan pengalaman menonton The Police di Paris, tahun ini giliran grup band J-Rocks mendapatkan kesempatan yang tak kalah keren.

J-Rocks terpilih menjadi band dengan penampilan terbaik tahun ini dan akan merasakan pengalaman internasional rekaman di Abbey Road Studio, Inggris.

A Mild Live Soundrenaline 2009: Lead The Beat

Sempat ada kabar kurang sedap saat A Mild Live Soundrenaline 2009 akan digelar tahun ini, yakni gelaran musik besar ini akan berakhir.

Tak sedikit para penikmat musik, tak terkecuali mantan jurnalis dan youtuber Soleh Mahmud, menyebutkan kalau hajatan besar penikmat musik ini sudah mengalami kebuntuan alias stagnan.

Apalagi, penampil yang ada di atas panggung dinilai monoton dan itu-itu saja. Namun, sepertinya penyelenggara langsung menangkis anggapan itu.

Dengan mengangkat teman besar Lead The Beat, penyelenggara mau membuktikan kalau Soundrenaline masih menjadi satu-satunya oase para penikmat musik Tanah Air.

Penyelenggara membuktikan hal itu dengan menggaet SID (Superman Is Dead) band punk asal Bali yang saat itu namaya sedang berkibar karena memenangkan ajang A Mild Live Wanted 2009: We Spot Youth Talent.

Saat itu, penyelenggara juga berniat memberikan warna baru dalam panggung Soundrenaline, yaitu dengan menghadirkan Inul Daratista sebagai perwakilan dari genre dangdut, sayangnya, hal itu batal terwujud.

Di tahun 2009 silam, Soundrenaline diselenggarakan di Garuda Wisnu Kencana (GWK), Denpasar, Bali.

Soundrenaline 2010 Pamit Sebentar!

Sejak tahun 2002, Soundrenaline menjadi satu-satunya pagelaran musik berskala besar yang langgeng dan berumur panjang.

Buktinya, sampai tahun 2009, Soundrenaline masih lanjut digelar dengan berbagai musisi Tanah Air dan mancanegara.

Tahun 2010, sepertinya dirasa sebagai waktu yang tepat bagi hajatan besar ini untuk hibernasi agar bisa memberikan sesuatu yang lebih baik lagi untuk penikmat musik.

Entah kebetulan atau tidak, di tahun sebelumnya, Soundrenaline memang sempat disebut-sebut akan berakhir.

Nyatanya, Soundrenaline hanya pamit absen sebentar, untuk nantinya kembali lagi.

Sebab, suka tak suka, harus diakui, sampai dengan tahun 2010 lalu, belum ada event berskala besar yang dapat menyaingi Soundrenaline.

Soundrenaline 2011: Make Yourself Heard

Setelah absen di tahun 2010, Soundrenaline kembali digelar dengan sajian baru yang diharap bisa menarik para Go Ahead People (penikmat Soundrenaline) untuk datang.

Mengusung tema Make Yourself Heard, penyelenggara berharap agar para pendukung Soundrenaline, baik musisi atau penikmat musik, bisa saling menginspirasi satu sama lain.

Jika sebelumnya, Soundrenaline melakukan lawatan setidaknya ke lima kota, kali ini hanya ke Lapangan Labersa, Pekanbaru, Riau (25 Juni 2011) saja.

Selayaknya sebuah festival besar, Soundrenaline 2011 memiliki tiga panggung utama; A Stage, Go A Head Stage dan Intimate Stage dengan headliner yang sudah menjadi langgananan Soundrenaline di tahun-tahun sebelumnya; Slank, GIGI, Naif.

Satu hal yang berbeda, di tahun 2011 ini penyelenggara memiliki Go A Head Community Area untuk para pelaku seni lainnya di luar industri musik, seperti fotografi dan grafis.

Soundrenaline 2012: Rhythm Revival

Setelah dinilai sempat meredup, Soundrenaline kembali menancapkan tajinya dan mambuktikan diri sebagai satu-satunya festival musik lintas genre yang berumur panjang.

Tahun ini, Soundrenaline tak mengundang musisi internasional, melainkan hanya menampilkan sederet musisi yang sudah langganan berjingkrak di panggung raksasa Soundrenaline.

Soundrenaline tahun 2012 digelar di lima kota besar; Makassar, Medan, Surabaya, Palembang, dan Tangerang.

Ada catatan buruk ketika Soundrenaline 2012 digelar, yaitu batalnya band Slank untuk menjadi headliner di kota Tangerang.

Slank tak mendapatkan izin untuk menggung oleh pihak kepolisian setempat karena dinilai konser band yang bermarkas di Potlot itu akan memancing kerusuhan.

Di balik catatan buruk, ada band KOTAK yang berhasil menorehkan prestasi dalam ajang tahunan ini.

Band yang digawangi Tantri, Cella dan Chua itu berhasil terpilih sebagai penampil terbaik dan berhasil merealisasikan tema besar Soundrenaline tahun 2012: Rhythm Revival.

Sebelum KOTAK tampil, mereka sempat menampilkan video band legenda Indonesia, Koes Plus dan God Bless.

Suguhan itu dianggap panitia bisa mewakili tema Rhythm Revival yang dianggap bisa membangkitkan gairah musik Indonesia.

Soundrenaline 2013: A Journey of Rock Harmony

Hajatan besar musik Indonesia, Soundrenaline, sudah memulai awal dekade kedua perjalanan mereka.

Kali ini, penyelenggara mengangkat tema A Journey of Rock Harmony yang bermaksud menyatukan para musisi papan atas Indonesia yang pernah bergabung dalam sebuah band besar yang sama.

Ajang reuni dan kolaborasi para musisi ini disambut baik oleh para pelaku seni.

Betapa tidak, mereka yang pernah bernaung dalam sebuah band yang sama, akhirnya bisa kembali tampil dalam sebuah panggung besar seperti Soundrenaline.

Sebut saja band GIGI yang tampil bersama mantan gitaris mereka Aria Baron, lalu ada Dewa 19 yang bernostalgia dengan vokalis mereka, Ari Lasso, dan ada Potlot Jamming yang melibatkan Slank dan BIP.

Perayaan Soundrenaline 2013 ini dimulai dengan rangkaian Road To Soundrenaline yang diselenggarakan di empat kota besar di Indonesia, di antaranya Bandung, Padang, Banjarmasin dan Bali.

Panitia Soundrenaline 2019 Menyiapkan Formula Apik Perpaduan Antara Musisi Lawas dan Musisi Masa Kini

Soundrenaline 2014: Voice of Choice

Tak seperti beberapa tahun sebelumnya, tahun 2014 ini, Soundrenaline hanya menggelar lawatannya di dua kota, Surabaya dan Medan.

Penyelenggara beralasan, di dua kota itu, penampil yang akan manggung di Soundrenaline, memiliki massa berjumlah besar.

Penyelenggaraan Soundrenaline dengan tema Voice of Choice ini juga terasa agak hambar karena tak ada pre-event “Road To Soundrenaline” yang biasanya digelar di beberapa kota layaknya orkes panggung keliling.

Meski cuma digelar di dua kota di Indonesia, namun Soundrenaline 2014 mengusung konsep baru dengan sistem pemilihan suara.

Para Go A Head People alias penikmat Soundrenaline diminta untuk mengunjungi situs GoAheadPeople.com untuk memilih.

Mereka diminta untuk memilih satu dari tiga album milik lima band yang terdaftar, yaitu GIGI, Slank, J-Rocks, Andra and The Backbone dan /rif.

Nah, untuk album yang mendapatkan vote terbanyak, akan dibawakan secara utuh oleh si empunya.

Soundrenaline 2014 sekurang-kurangnya menampilkan 20 musisi seperti Koil, Deadsquad, Burgerkill, The S.I.G.I.T, Jamrud, Pas Band, Seringai, Shaggydog, Sheila On 7, Kotak, dan Dewa 19.

Soundrenaline 2015: Change The Ordinary

Festival musik multi-genre, itulah yang menjadi gambaran hajatan besar Soundrenaline yang ke-13 di tahun 2015.

Mengusung tema besar Change The Ordinary, perwakilan penyelenggara KILAU Indonesia, membuktikan kalau tak cuma musik rock yang mendapatkan animo besar dari masyarakat.

Terbukti, dalam gelaran tahun ini, penyelenggara mencatat sekitar 80 ribu penonton memadati Garuda Wisnu KencanaBali, sebagai lokasi dihelatnya Soundrenaline 2015.

Tak cuma musisi lokal yang sudah langganan menjadi headliner seperti Slank, GIGI, Naif, /rif atau Dewa 19, penyelenggara juga mengajak pelaku seni dari genre berbeda.

Sebut saja Andien Aisyah, Mocca, White Shoes & The Couples Company (WSATCC), Dialog Dini Hari dan artis pendatang baru saat itu, Tulus.

Tahun ini, Kilau Indonesia menyajikan satu band impor dari Australia, yaitu Wolfmother.

Selain panggung berukuran raksasa, Soundrenaline kali ini juga menyajikan beberapa booth dan area market place. Benar-benar Change The Ordinary!

Soundrenaline 2016: Louder Than Ever

Tahun 2015 lalu, Soundrenaline dipadati oleh 80 pengunjung ketika digelar selama dua hari di Garuda Wisnu KencanaBali.

Jumlah itu menjadi salah satu jaminan mutu, memanasnya kembali hajatan besar Soundrenaline yang sempat meredup di akhir 2009 lalu.

Tak seperti biasanya, Soundrenaline tak menampilkan dua jagoan panggung mereka, Slank dan Iwan Fals yang sudah menjadi langganan festival ini sejak 10 tahun silam.

Meski tak ada mereka, buktinya, KILAU Indonesia mencatat jika Soundrenaline 2016 ini pecah rekor dengan pengunjung sebanyak 100 ribu pengunjung!

Banyak hal baru pada helatan Soundrenaline tahun ini, selain tak ada musisi senior Slank dan Iwan Fals.

Penyelenggara menjawab tantangan untuk memberikan porsi lebih kepada para musisi indipenden untuk menjajal panasnya panggung Soundrenaline.

Line up musisi sidestream saat itu sebut saja Efek Rumah Kaca (ERK), Kelompok Penerbang Rocket (KPR), Goodninght Electric, The Upstairs, Scaller, Endank Soekamti, Navicula, Lolot, Suicidal Sinatra dan band asal Bali, The Hydrant, Neonomora, Kimokal, Barasuara dan kolaborasi DDHEAR.

Soundrenaline 2017: United We Loud

Soundrenaline 2017 kembali digelar di Garuda Wisnu Kencana (GWK), Bali seperti dua tahun sebelumnya, selama dua hari 9-10 September 2017.

Tahun ini, penyelenggara mengimpor empat sekaligus musisi internasional; JET, trio MEW, Dashboard Confessional dan CULTS.

Mengekor konsep di tahun sebelumnya yang dinilai sukses mendatangkan 100 ribu penonton, tahun ini penyelenggara juga memberikan porsi lebih banyak kepada musisi independen.

Mirip dengan Soundrenaline tahun 2008 silam, dimana penyelenggara menyediakan camping ground, tahun ini, hal itu diulang kembali.

Penyelenggara menyediakan paket menginap selama tiga hari di GWK, Bali seharga Rp 1,5 juta.

Mereka yang mau merogoh kocek jutaan Rupiah itu akan diberi berbegai fasilitas selama acara, termasuk akses untuk meet and greet!

Soundrenaline 2018: The Soul of Expression

Bergantinya logo di tahun ini, menjadi tanda ada perubahan besar di tubuh Soundrenaline yang sudah hidup sejak tahun 2002 silam dengan logo yang sudah melekat.

Dengan mengusung tema besar The Soul of Expression, penyelenggara kini dipegang oleh Level 7 yang berkolaborasi dengan MMK Production.

Meski helatan tahunan ini masih digelar di GWK, Bali, penyelenggara menjanjikan banyak hal yang berbeda, salah satunya keterlibatan music currator untuk pertama kalinya.

Soundrenaline 2018 menjajal hal baru, dimana tak hanya menampilkan serangkaian musisi Tanah Air, melainkan pelaku seni di luar industri musik.

Penyelenggara menyediakan area kreator yang bisa menampung para kreator seni.

Tahun ini pula, Soundrenaline digadang-gadang akan menjadi festival musik terbesar di Asia Tenggara, dan diharap bisa menjadi tujuan wisatawan mancanegara.

Oh ya, pengunjung Soundrenaline juga masih bisa menikmati suasana tidur di dalam tenda, sama seperti Soundrenaline tahun sebelumnya.

Jadi nantinya, pengunjung tak perlu keluar dari area GWK dan bisa menikmati suasana pagelaran Soundrenaline selama 24 jam penuh!

Tahun ini, band nu metal yang naik daun era tahun 2000-an, Wes Borlan cs dari Limp Bizkit, berhasil menunaikan tugasnya menjadi headliner.

Soundrenaline 2019: The Spirit of All Time

Soundrenaline memasuki usia ke-17 sejak pertama kali lahir di tahun 2002 silam.

Masih di Garuda Wisnu Kencana (GWK), Bali, ajang musik tahunan yang disebut terbesar se-Asia Tenggara ini mengumpulkan para seniman lintas genre.

Tak cuma musisi, Soundrenaline tahun ini juga akan menjadi wadah bagi para seniman di luar jalur musik.

Keterlibatan beberapa kurator musik dan art director akan membuat kemasan Soundrenaline semakin ciamik.

Tahun ini, Soundrenaline kedatangan satu tamu internasional dari Inggris, band yang dikomandoi oleh Brett AndersonSuede.

Jadi, sudah siap untuk jadi saksi sejarah tumbuhnya Soundrenaline

Probo Agung Laksono
Reporter