Disbudpar Bandung Minta Usaha Pariwisata Tutup Dua Pekan

Ilustrasi. Dok: (jw.webmagazine.com)

Bandung, Talamedia.id – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung (Disbudpar) menghimbau pemilik usaha pariwisata untuk melakukan penutupan sementara. Penutupan ini dilakukan selama dua pekan sebagai upaya kewaspadaan terhadap penyebaran covid-19.

Senada dengan hal ini, Wali Kota Bandung melaui surat edaran nomor 443/SE.030-Dinkes menginstruksikan pemilik industri Pariwisata untuk melakukan pembersihan. Pembersihan lingkungan dan lokasi usaha ini dilakukan dengan pensterilan menggunakan pembasmi kuman seperti cairan disinfektan.

Selain itu, penutupan sementara kegiatan usaha pariwisata dan tempat rekreasi ini dterapkan sejak16-30 Maret 2020. Dengan ini, diharapkan dapat memutus rantai penyebaran covid-19 di Kota Bandung melalui kontak langsung saat banyak orang yang berkerumun di satu tempat.



Menurut surat edaran tersebut, kegiatan jasa usaha pariwisata yang wajib tutup di antaranya Klab malam, Diskotek, Pub, Karaoke, Bar, Panti Pijat, Spa, Bioskop, tempat bola gelinding, bola sodok, Sanggar Tari, Arena Permainan Anak, Arena Permainan Ketangkasan, dan tempat hiburan lainnya.

Sebelumnya, Gubernur Jabar Ridwan Kamil menetapkan tujuh zona merah di kawasan Jawa Barat. Salah satunya adalah Kota Bandung. Hal ini ia sampaikan di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Sabtu (21/3). Ia menjelaskan definisi zona merah bukan berarti kondisi yang darurat, melainkan adanya pasien positif di daerah tersebut.

“Definisi zona merah ini akan kami terjemahkan, bukan zona merah (dalam artian darurat), tapi zona yang di sana pasien yang terpapar secara positif, karena kewilayahannya cukup luas, jadi warga tidak perlu panik,” pungkasnya.

(rtp/muh)