Kelola Stres Bantu Hindari Penularan Covid-19

Selama pandemi, kelola stres dengan melakukan kegiatan yang disukai. Foto: Ilustrasi

Depok, Talamedia.id – Kesehatan mental ternyata dapat membuat seseorang lebih berisiko tertular Covid-19. Misalnya, ketika seseorang sedang cemas, tanpa sadar ia akan sering menyentuh benda atau mulut, hidung atau mata.

Dokter Kesehatan Jiwa dari Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa Masyarakat (TPKJM) Jabar, dr. Teddy Hidayat menyampaikan, gangguan kecemasan yang dapat disertai dengan gejala psikomatik biasanya muncul setelah mengonsumsi berita seputar Covid-19.

Menurut Teddy, gejala-gejala seperti gatal tenggorokan, nyeri badan, terasa kesemutan di area muka (hidung dan mulut). Merasa meriang padahal suhu tubuh normal, belum tentu muncul karena tertular, namun bisa jadi akibat kecemasan.



“Ini penyebabnya bukan tertular tetapi kecemasan. Biasanya dipicu oleh berita-berita yang kita dengar atau baca,” ungkapnya, Rabu (8/4).

Teddy menyampaikan, masa krisis seperti sekarang ini dapat memicu seseorang menjadi merasa bosan, kesepian, dan marah. Kondisi ini akan memburuk seiring semakin lamanya masa karantina.

Stres, Cemas, dan Depresi

“Covid-19 adalah bencana yang memberi dampak terhadap kondisi fisik dan mental masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, ketika bencana, seseorang akan mengalami masalah mental emosional yakni distres. Hal tersebut masih akan terasa selama tiga bulan hingga satu tahun setelah pandemi.

“Meski nantinya wabah Covid-19 ini berakhir, namun bekas luka mental dari trauma yang dialami masih dapat bertahan lama,” tuturnya.

Karena itu, Teddy menyampaikan, penting untuk mempertahankan imunitas tubuh dengan cara mengatasi stres dan kecemasan agar semakin terhindar dari penularan.

“Stres, cemas, dan depresi akan menyebabkan imunitas tubuh rendah dan hal ini dapat meningkatkan mordibitas dan mortalitas,” tambahnya.

Untuk menekan rasa cemas dan stres, masyarakat dianjurkan melakukan kegiatan disukai, terhubung dengan keluarga dan teman, relaksasi, dan berpikir positif.

Dengan begitu, masyarakat dapat menjaga imunitas agar peluang untuk tertular bisa ditekan.

“Untuk berkomunikasi, disarankan bukan Chatting tapi ke panggilan suara agar merasa lebih terhubung. Melakukan hal yang disukai seperti mengaji, melukis membaca atau musik.

Berlatih mengelola stres, latihan relaksasi, pernapasan, tetap optimis, terus melihat ke depan, buat rencana selama enam bulan ke depan,” tandasnya.

(nrl)