Blue Hikers Unpad melakukan Social Distancing di Gunung

Suasana Anggota Blue Hikers melakukan social distancing. Foto: TALAMEDIA/Fajri

Bandung, Talamedia.id – Blue Hikers Universitas Padjadjaran (Unpad) melakukan Social Distancing di Gunung Manglayang. Ketua Dewan Pengurus Blue Hikers Universitas Padjadjaran (Unpad) Faizzah Shabrina mengatakan, menyikapi tehadap situasi status darurat terhadap Covid-19. Namun, hal ini banyak belum diketahui sebagai alternatif daripada berdiam diri di rumah yang sempat trend #dirumahaja.

“Sekretariat Blue Hikers ditutup untuk sementara waktu supaya tidak menjadi tempat berkumpul mahasiswa di dalam kampus. Sekretariat pun dipindah sementara ke gunung, tindakan ini telah dimulai sejak Jumat kemarin (20/4) hingga sekarang,” ujarnya.

Faizzah mengatakan Blue Hikers merupakan Organisasi penyaluran minat dan bakat, bukan sekedar PA (Pecinta Alam) biasa dikenal oleh umum berada di Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Padjadjaran, telah memperhitungkan segala resiko dan antisipasi yang terjadi efek dari Pandemi Covid-19 terhadap organisasi. Meninjaklanjuti kegiatan aktif perkuliahan dan aktivitas organisasi di kampus diberhentikan hingga waktu yang tidak ditentukan.



Melalui surat edaran bernomor 529 UN6.RKT/TU/2020 tentang Kesiapsiagaan Menghadapi Infeksi Coronavirus Disease atau Covid-19 di Lingkungan Universitas Padjadjaran, Rektor Unpad, Prof Dr Rina Indiastuti mengingatkan kepada seluruh sivitas akademik senatiasa waspada terkait perkembangan wabah virus tersebut.

Literasi Pengetahuan Baru

Imbauan keenam, warga Unpad diminta meningkatkan literasi pengetahuan terkait bahaya virus corona. Menjaga kebersihan lingkungan kerja merupakan salah satu bagian dari aktivitas kesiapsiagaan menghadapi virus corona.

“Merujuk pada surat edaran itu, aku selaku KDP telah berkordinasi dengan senior dan anggota Blue Hikers tentang penyikapan terhadap Imbauan keenam dari Surat edaran Rektor Unpad itu. Sebagai bentuk literasi pengetahuan kami, yang bisa diterapkan oleh masyarakat atau organisasi lain,” ujarnya kepada Talamedia, Kamis lalu (19/4).

Anggota Blue Hikers melakukan penanaman pohon dan bercocok tanam. Foto: TALAMEDIA/Probo Agung Laksono

Presiden Joko Widodo saat konferensi pers di Istana Bogor mengimbau masyarakat agar melakukan social distancing. Sejak Minggu lalu (17/3).

“Saatnya kita kerja dari rumah, belajar dari rumah, ibadah di rumah,” ujarnya. Namun, tidak semua pihak bisa melakukan segala hal di rumah.

Upaya social distancing perlu dipahami sebagai salah satu bentuk pencegahan penularan COVID-19, selain untuk mengurangi beban layanan kesehatan masyarakat. Langkah ini termasuk menghindari pergi ke tempat-tempat yang ramai dikunjungi, seperti supermarket, bioskop, dan stadion.

Penanaman pohon alpukat. Foto: TALAMEDIA/Probo Agung Laksono

Metode social distancing sudah diterapkan di kota Wuhan, provinsi Hubei, China, tempat virus corona berasal.

Alternatif Social Distancing #dirumahaja

Faizzah menambahkan mengisolasi diri atau self isolation dengan cara Blue Hikers, kegiatan yang dilakukan bukan berdiam diri tetapi bergerak.

Bergerak dalam artian beraktivitas dengan tetap menjaga pola makan, pola tidur, kesehatan, dan kebugaran dari diri sendiri dan orang-orang di sekitar.

Menanam Foto: TALAMEDIA/Probo Agung Laksono

“Ada beberapa cara untuk mencegah penyebaran virus corona di berbagai tempat umum. Mengantisipasinya, ada beberapa cara untuk mencegah penyebaran virus corona di berbagai tempat umum. Selain self isolation, work from home, #dirumahaja. Ini merupakan literasi pengetahuan kami, Social Distancing Blue Hikers atau Social Distancing Gunung“, tutupnya.

(pal)

Probo Agung Laksono
Reporter