Kolase Payung Mahasiswa Baru Unpad Pecahkan Rekor MURI

SEBANYAK 4.900 mahasiswa baru Universitas Padjajaran membuat kolase payung pada hari ketiga masa penerimaan mahasiswa baru (PMB) 2019, di Stadion Jati, kampus Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Rabu (21/8). Kreasi mozaik ini mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) karena melibatkan peserta terbanyak.

Selain jumlah peserta terbanyak, MURI mencatatkan rekor pada kolase payung ini karena terdapat 75 desain. Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unpad Arry Bainus mengatakan konfigurasi kolase ini menggambarkan sejarah awal berdirinya kampus tersebut serta kemerdekaan Indonesia.

Tampilan angka 1945 dan 1955 diperagakan peserta dengan menggunakan payung berwarna merah, putih, biru dan hitam. Masing-masing warna memiliki arti tersendiri seperti merah dan putih sesuai dengan warna bendera Indonesia dan biru merujuk kepada warna kebesaran kampus tersebut.



Dengan penampilan ini, dia berharap mahasiswa baru dan civitas akademika Unpad bisa mengetahui sejarah kampusnya itu. “Dengan mozaik, mahasiswa baru memberi edaukasi kepada seluruh civitas akademik tentang sejarah Unpad,” kata Arry saat dikonfirmasi, Jumat (23/8).

Selain itu, kolase payung ini pun menampilkan motif budaya Indonesia seperti batik mega mendung yang menjadi gambar utama kreasi mozaik ini. Pihaknya mengangkat batik karena merupakan warisan budaya nusantara. “Ini juga menjadi identitas negara kita,” imbuhnya. Lebih lanjut, pihaknya sengaja memilih payung sebagai material kolase agar lebih ramah lingkungan.

Pada PMB kali ini, pihaknya mengangkat konsep go green sehingga tidak menggunakan kertas dan kardus seperti lainnya. “Payung kan dapat digunakan kembali. Jadi ramah lingkungan,” ungkapnya seraya menyebut selain mendapatkan rekor di dalam negeri, kolase ini menjadi kegiatan yang melibatkan peserta paling banyak di dunia.(OL-5)

(pal)

Probo Agung Laksono
Reporter