Mahasiswa: Ultimatum, Terbitkan Perpu KPK Sebelum 15 Oktober


Jakarta, Talamedia— Mahasiswa beri tenggat kepada Presiden Jokowi agar segera menerbitkan Perpu KPK paling lambat 14 Oktober 2019. Presiden Mahasiswa Universitas Trisakti, Dino Ardiansyah, berani memastikan bila perpu tersebut belum diterbitkan sesuai batas waktu yang ditentukan, mahasiswa akan kembali turun jalan dengan kekuatan yang lebih besar.

“Minimal dari Pak Jokowi selaku eksekutif bisa ada statement mengeluarkan Perpu,” katanya dan sejumlah mahasiswa lainnya usai bertemu dengan Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko, di kantornya, Jakarta, Kamis lalu (3/12/2019), seperti dimuat Kata Data.

Adapun tenggat itu dimaksudkan agar Jokowi bersedia membuka ruang dialog dengan para mahasiswa. Ruang dialog yang diinginkan adalah ruang dialog yang dilakukan secara terbuka.



“kami mendesak negara membuat adanya agenda jajak pendapat dengan mahasiswa sampai 14 Oktober 2019,” ujarnya. Tuntutan tersebut telah disampaikan ketika bertemu Moeldoko. Selain itu, dalam pertemuan tersebut disampaikan pula tujuh tuntuan tuntaskan reformasi.

Meski demikian, Moeldoko tak langsung menyanggupi desakan tersebut. Ia hanya berjanji bahwa semua tuntutan yang telah ia dengar dari mahasiswa akan disampaikan langsung kepada presiden.

Sejumlah mahasiswa yang bertemu dengan Moeldoko pada Kamis lalu (3/10) berasa dari Universitas Tarumanegara, Universitas Paramadina, Universitas Bakrie, Universitas Kristen Krida Wacana, Institut Transportasi Logistik Trisakti, dan Trisakti School Of Management.

Dino menyanggah bila pertemuan dengan Moeldoko ini perpecahan aksi mahasiswa. Menurutnya substansi tuntutan mereka masih tetap sama dengan aksi mahasiswa lainnya. Ini hanya soal keberagaman cara. “Kami tetap solid, yang ingin kami sampaikan ini hanya cara,” pungkasnya.

(muh/muh)