Wisuda ditiadakan, ITB Luncurkan Ijazah Digital Bersertifikat

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Institut Teknologi Bandung (ITB), Jaka Sembiring / Foto: Istimewa

Bandung, Talamedia.id – Institut Teknologi Bandung (ITB) merilis ijazah digital bersertifikat pertama di Indonesia. Ijazah tersebut akan diberikan kepada para lulusan Tahun Akademik 2019/2020 gelombang wisuda kedua yang pelaksanaannya ditiadakan demi mencegah penyebaran Covid-19.

Berdasarkan Peraturan Rektor Institut Teknologi Bandung Nomor: 145A/IT1.A/SI.13/2020, ijazah digital ITB nantinya akan berlaku secara keseluruhan untuk lulusan jenjang sarjana, magister, doktor, dan keprofesian.

Guna memastikan keabsahan ijazah digital, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITB. Jaka Sembiring menyampaikan, pihaknya telah menggunakan sistem Standar PAdES (PDF Advance Electronic Signature).



Sistem tersebut, sambung Jaka, jika terjadi perubahan isi ijazah setelah ditandatangani oleh Dekan dan Rektor, maka secara otomatis akan terdeteksi.

“Ijazah digital dengan tanda tangan elektronik bersertifikat ini memiliki tingkat keamanan yang tinggi terhadap kemungkinan pemalsuan atau perubahan ijazah dan transkip. Data pada ijazah tidak dapat diubah oleh siapapun,” jelasnya melalui keterangan tertulis, Rabu (8/4).

Selain itu, penerbit sertifikat elektronik ITB pun merupakan perusahaan yang tersertifikasi oleh Kementerian Kominfo. Menurut Jaka, masyarakat dapat memeriksa keaslian ijazah digital ITB melalui laman https://akademik.itb.ac.id/alumni.

Sementara terkait desain ijazah, kata Jaka, masih tampak mirip dengan perwajahan ijazah sebelumnya. Perbedaannya hanya terletak pada tandatangan basah.

“Secara umum desain akan tetap mirip seperti ijazah sebelumnya, namun tanpa tanda tangan basah, melainkan tanda tangan digital dan baris URL untuk verifikasi alumni, serta keterangan lain yang diperlukan,” jelas Jaka.

Dengan ijazah digital tersebut, para lulusan pun tidak perlu melakukan legalisir. Meski demikian, kata Jaka, ITB tetap akan memfasilitasi lulusannya yang tetap harus melakukan legalisir dengan stempel dan tandatangan basah.

(nrl)