Berita Baik: 125 Pasien Corona Sembuh Usai Minum Obat Gilead

Foto: Infografis/Obat Mujarab dari Jepang Sembuhkan Corona/Edward Ricardo

Peneliti dari Universitas Kedokteran Chicago mengatakan bahwa mereka melihat Remdesivir sebagai pengobatan yang efektif terhadap penyembuhan Corona.

Obat yang diproduksi Gilead Sciences telah di uji coba pada 125 pasien COVID-19. Obat tersebut menggunakan remdesivir dan hasilnya mereka pulih dengan cepat.

Mengutip CNN Internasional, Ini membuat saham Gilead Sciences Inc. GILD, + 2,55% pun melonjak 12,7% pada penutupan perdagangan Kamis kemarin.



Hingga saat ini, tidak ada pengobatan atau vaksin yang terbukti untuk virus Corona yang telah membuat lebih dari dua juta orang terinfeksi di seluruh dunia dan menewaskan hampir 150.000 orang. Akan tetapi, remdesivir dianggap sebagai pelopor dalam pengembangan pengobatan untuk infeksi COVID-19.

Meskipun temuan yang dilaporkan oleh Stat menjanjikan, namun obat ini tidak didasarkan pada data uji klinis lengkap dari perusahaan.

Dilansir dari CNBC Indonesia, menurut laman STAT, 125 orang dengan COVID-19 yang menerima perawatan di University of Chicago berpartisipasi dalam dua uji klinis Fase 3 yang dilakukan oleh Gilead dimana 113 dari mereka memiliki penyakit yang parah.

STAT mengatakan mereka memperoleh rekaman video persidangan di antara anggota fakultas University of Chicago. Di mana seorang dokter mengatakan ketika beberapa orang mulai mengonsumsi obat, demam mereka turun dan tidak menggunakan ventilator lagi.

Satu percobaan mengevaluasi remdesivir pada 2.400 orang dengan penyakit yang parah. Yang lain menguji obat pada 1.600 pasien yang sedang sakit parah. Kedua uji coba sedang dilakukan di beberapa situs di seluruh dunia.

Menurut ClinicalTrials.gov, kedua uji coba dimulai pada bulan Maret dan diharapkan selesai pada bulan Mei.

“Yang dapat kami katakan pada tahap ini adalah kami menantikan data studi yang sedang berlangsung segera keluar,” kata pihak Gilead.

Ini adalah minggu yang dramatis untuk persediaan Gilead, yang mulai rilis Jumat lalu dari serangkaian data klinis kecil yang menunjukkan bahwa 68% dari 53 pasien di rumah sakit telah menerima remdesivir berdasarkan penggunaan dan mereka menunjukkan peningkatan klinis.

(pal)

Probo Agung Laksono
Reporter