dr Tirta: Influencer Sneakers yang Jadi Trending

dr Tirta aktif kampanyekan pencegahan dan penyebaran virus Corona. Foto: Instagram/dr.tirta

dr Tirta aktif kampanyekan pencegahan dan penyebaran virus Corona. Foto: Instagram/dr.tirta

Bandung, Talamedia.id – Nama dr Tirta kini tengah jadi perbincangan setelah muncul dalam acara ILC di TV One. Mengkritik Atta Halilintar hingga juru bicara pemerintah dalam penanganan virus Corona, dr Tirta dikenal aktif menyerukan bahaya dan pencegahan virus Corona.

Sosok dr Tirta sendiri sebenarnya sudah akrab di telinga para pecinta sneakers. Dia dikenal sebagai sneakerhead dan influencer sneaker. Berikut ini fakta-fakta mengenai dr Tirta yang sejak virus corona semakin merajalela, aktif mengkampanyekan pencegahan agar COVID-19 tak semakin menyebar:

Dokter Sekaligus Influencer Sneakers

dr Tirta merupakan dokter lulusan Universitas Gajah Mada, Yogyakarta. Pria kelahiran Surakarta 30 Juli 1991 itu populer di media sosial karena kecintaannya pada sneakers. Termasuk golongan sneakerhead, dr Tirta memiliki followers lebih dari 599 ribu.



CEO Shoes And Care

dr Tirta populer di kalangan pecinta sneakers setelah membuka usaha cuci sepatu. Dia merupakan CEO Shoes And Care, usaha cuci sepatu yang awalnya hanya dari kos-kosannya di Yogyakarta.Shoes And Care saat ini sudah memiliki 19 workshop yang tersebar di 9 kota di Indonesia.

Foto: Instagram/dr.tirta

Bisnis Cuci Sepatu untuk Cari Uang

Seperti dikutip dari situs Universitas Ciputra, dr Tirta mengatakan menjadi dokter adalah bentuk pengabdiannya pada masyarakat. Dan membuka bisnis cuci sepatu adalah caranya mencari uang. “Saya menjadi dokter adalah sebagai bentuk pengabdian diri saya bagi masyarakat, dengan ini saya merasa bisa menjadi berkat bagi orang lain. Namun untuk mencari uang saya mendapatkan dengan berbisnis. Shoes And Care ini adalah tempatnya. Saya memiliki passion di keduanya sehingga saya enjoy dalam menjalankan keduanya,” ujarnya.

Agen Preventif Virus Corona

Kini saat virus Corona semakin merajalela, dr Tirta tak melupakan tugasnya untuk mengabdi pada masyarakat. Dalam video podcast yang juga tayang di YouTube Deddy Corbuzier, dr Tirta mengungkapkan dia terjun lagi ke dunia medis namun bukan sebagai dokter yang merawat pasien. “Aku memberikan info di sini kenapa aku terjun lagi memberikan edukasi, terjun lagi jadi agen preventif,” ucap dr Tirta.

Terakhir Praktek Dokter 2018

dr Tirta tergerak untuk aktif mengedukasi masyarakat mengenai bahaya dan pencegahan virus Corona setelah mengetahui dosennya di Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada dirawat di rumah sakit karena menderita COVID-19. “Aku terakhir praktek tahun 2018. Aku alumni FK UGM. Pada waktu itu, aku dilema mau di-beasiswa-in sama dosenku, Prof Iwan,” kata dr Tirta.

View this post on Instagram

BACA SAMPE SELESAI ! • Berikut contoh outfit saya memakai masker (saya sedang batuk, dan beresiko, karena bertemu dengan banyak tamu) Anyway : Hoodie dari @neofordist • Dan ini daftar orng beresiko yang wajib pake masker • 1. Orng yg bergejala sakit flu 2. Orng yg MENANGANI pasien (tenaga medis) 3. Orng yg berjumpa dengan kerumuman (petugas bandara, resepsionis, penumpang transport umum) 4. Orng yg imunnya rendah 5. Di lingkungan rumah sakit • Untuk penggunanan gas mask 1. Lingkungan industri, dan bahan kimia 2. Debu dan polusi dan asap • Orng sehat cukup: 1. Cuci tangan 6 langkah 2. Batasi bepergian ke tempat asal virus 3. Batasi aktivitas ke kerumunan 4. Tidak panik dan tidak menyebarkan berita kebhongan • Penularan corona itu melalui DROPLET • Pengobatan : 1. Gejala 3-5 hari demam. Bed rest total, asupan nutrisinharus tercukupi. Tidak perlu gunakan antibiotik. Karena antibiotik hanya untuk infeksi bakteri. Ini infeksi virus -.- kalo dah parah butuhnya anti viral 2. Kalo sudah sakit ga enak badan, rehatlah, jangan memaksa badan 3. Jika muncul sesak nafas, segera ke dokter. Relax • Saya menganjurkan, media massa fokus share penanganan dan pencegahan, bukan share pemborongan, berita yg belum pasti, karena dapat menimbulkan kepanikan • Vietnam telah berhasil memulihkan seluruh pasien corona. Mari kita doakan tenaga medis untuk bekerja dalam lindungan Allah • Jika kalian memiliki masker dan kalian sehat, bagikanlah ke sesama yg beresiko seperti temen2 kita yang pake krl dan mrt

A post shared by Cipeng | TIRTA (@dr.tirta) on

Foto: Instagram/dr.tirta

Perlu Pembiasaan Jika Kembali ke IGD

dr Tirta tak menampik banyak temannya yang memintanya membantu seiring semakin banyaknya jumlah pasien virus corona. Namun karena sudah lama tidak berada di IGD, dia harus melakukan pembiasaan lagi dan hal tersebut membutuhkan waktu tiga bulan. “Kalau gue balik, harus tiga bulan pembiasaan lagi di IGD, harus ikut prosedur, menunjukkan SIP lagi, sampai tiga bulan. Agen kuratif, penyembuhnya sudah dilakukan oleh teman gue,” ujarnya. Agar tidak membuang waktu, temannya pun menyarankan dr Tirta menjadi agen preventif.

Aktif Kampanye Pencegahan Virus Corona

Tugas dari rekan-rekan dokternya itu pun benar-benar dijalankan dr Tirta. Pada halaman Instagramnnya terlihat dr Tirta aktif mengkampanyekan pencegahan virus Corona. Dia pun kini aktif mengirimkan donasi ke rumah sakit-rumah sakit yang membutuhkan.

Sumber : wolipop