Mampukah Parlemen Periode Baru Lebih Baik dari Periode Sebelumnya?


Jakarta, Talamedia.id — Ketika protes publik terkait sederet rancangan undang-undang yang dianggap bermasalah kian gencar dan keras. Anggota MPR/DPR/DPD periode 2019-2024 baru saja dilantik menjadi tertuntut untuk mampu bekerja lebih baik, serta sudi mengevaluasi kinerja parlemen sebelumnya.

“Di tengah kritik keras dan demonstrasi protes kepada DPR periode 2014-2019, harus bisa menjadi cerminan evaluasi memperbaiki kinerja parlemen di masa datang,” ujar Pengamat politik UPN Veteran Jakarta, Andriadi Achamad, kepada Antara. Jumat (04/09/2019).

Andriadi, yang kini menjadi Direktur Ekskutif Nusantara Institute Political Communicatinon Studies and Reseacrh Center (PolComm SRC) itu menambahkan, bahwa anggota DPR dan DPD periode 2019-2024 harus bisa membuktikan diri lebih baik dan berpihak kepada rakyat, jika tidak ingin kepercayaan rakyat terhadap kredibilitas anggota parlemen yang tampak tengah kritis ini semakin habis terkikis.

Di ujung jabatan DPR dan DPD lalu, serangkaian aksi unjuk rasa mahasiswa bermunculan, sampai menelan beberapa korban jiwa terluka. Protes tersebut, di antaranya, mengkritik pengesahan Revisi Undang-Undang KPK.



Sehubungan dengan itu, menurut Andiradi, salah satu ukuran keberhasilan DPR dalam satu periode seberapa banyak undang-undang yang dihasilkan. Sesuai dengan legislasi nasional, namun dengan catatan, undang-undang itu haruslah berpihak kepada rakyat.

Periode Baru adalah hari Baru?

“Ukuran keberhasilan DPR selama satu periode adalah seberapa banyak menghasilkan undang-undang sesuai program legislasi nasional. Undang-undang tersebut harus berpihak kepada rakyat. Selain fungsi legislasi, peran pengawasan dan penganggaran juga perlu dimaksimalkan,” tuturnya.

Andriadi mengingatkan, di pundak 575 anggota DPR dari sembilan partai politik dan 136 anggota DPD dari 34 Provinsi kini terletak sebuah harapan besar. Itu merupakan amanah rakyat yang bertujuan untuk memberikan rasa keadilan serta memperjuangkan segala aspirasi rakyat Indonesia, bukan demi kepentingan partai, golongan, atau keuntungan pribadi.

“Semoga masih ada harapan rakyat kepada para wakil rakyat di parlemen untuk memperjuangkan dan menyuarakan aspirasi masyarakat, bukan hanya mementingkan kelompok atau partainya semata,” pungkasnya.

Pada Selasa lalu (1/10), anggota DPR dan DPD periode 2019-2024 secara resmi dilantik. Pimpinan DPR, DPD, dan MPR telah dipilih dan ditetapkan. DPR kini diketuai Puan Maharani, DPD diketuai La Nyalla Mattalitti, dan MPR diketuai Bambang Soesatyo. Lantas, mampukah mereka lebih baik dari parlemen periode sebelumnya?

(muh/muh)