Anies: PSBB Transisi Diperpanjang

Warga berolahraga Car Free Day (CFD) di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi di kawasan Jalan Sudirman Jakarta, Minggu (21/6/2020). ANTARA FOTO/Galih Pradipta/foc. Foto: ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA.

Jakarta, Talamedia.id – Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masa transisi di Jakarta diperpanjang selama 14 hari.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengumumkan hal tersebut dalam konferensi pers, Rabu (1/7/2020).

PSBB transisi fase kedua tersebut diputuskan setelah melihat masih adanya penyebaran virus corona (Covid-19).

Sebelumnya, Jakarta melakukan PSBB transisi sejak 5 Juni dan berakhir pada 2 Juli.

Ada sejumlah kebijakan Anies di PSBB transisi fase kedua. Apa saja?

1. Fokus pasar tradisional dan KRL

Dilansir Kompas.com, Kamis (2/7/2020), ada dua area yang akan menjadi fokus pemerintah, yaitu pasar tradisional dan kereta rel listrik (KRL).

Kedua tempat tersebut perlu dijaga dan dikendalikan karena sering menjadi tempat penularan Covid-19.

Penjagaan kedua tempat tersebut akan dilakukan oleh ASN, polisi, dan TNI. Para petugas akan membatasi warga yang naik KRL atau berkunjung ke pasar.

2. Unjuk rasa diperbolehkan

Selama masa PSBB transisi telah terjadi beberapa kali unjuk rasa atau demo.

Gubernur Anies mengizinkan adanya unjuk rasa, tapi harus mengikuti protokol pencegahan Covid-19.

Ditekankan oleh Anies, massa aksi harus menjaga jarak. Hal itu karena risikonya penularannya besar.

3. Kawasan pesepeda

CFD diganti menjadi kawasan pesepeda. Pada masa transisi lalu CFD akhirnya dibuka, namun banyak warga yang melanggar protokol kesehatan, sehingga dievaluasi.

Alasan penggantian nama CFD adalah karena banyaknya pelari atau pejalan kaki yang berkerumun. Dengan digantinya nama CFD menjadi kawasan pesepeda, akan mendorong warga berolahraga menggunakan sepeda.

Sehingga mereka tidak jalan kaki atau berlari. “Kenapa kawasan pesepeda? Untuk menjaga jarak aman tetap tercapai,” kata Anies.

4.Sekolah belum dibuka

Anies juga memastikan bahwa pada PSBB transisi fase kedua pihaknya belum akan membuka kegiatan belajar di sekolah.

Meski tahun ajaran baru 2020/2021 dimulai pada 13 Juli mendatang, kegiatan belajar mengajar tetap dilakukan jarak jauh.

“13 Juli mulai, tapi mulainya masih dalam pembelajaran jarak jauh. Tetap PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh). Jadi awal tahun barunya masih tetap di rumah,” kata Anies.