Dampak Covid-19, Ratusan Buruh di Bandung di-PHK

Ilustrasi. dok. Pixabay

Padang, Talamedia.id – Kelesuan ekonomi dampak Covid-19 menimbulkan gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Di Bandung, data sementara yang dihimpun Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bandung, Jumlah pekerja atau buruh PHK tercatat sebanyak 600 orang. 

“Jumlahnya 600 orang, hasil dari pengecekan per Jumat (3/4/2020). Jumlah tersebut diprediksi akan terus bertambah,”  ujar Arief Syaifudin, Kepala Disnaker Kota Bandung. 

Arief mengatakan bahwa data tersebut merupakan hasil dari data yang telah disubmit secara online oleh pelapor melalui alamat laman  http:bit.ly/2ULQtQF



Sedangkan data per Selasa (8/4/2020), hasil pelaporan melonjak hingga mencapai angka 6000 orang. Namun, hasil tersebut harus disortir kembali agar mendapatkan data yang sesuai.

“Untuk data 6000 orang tersebut masih disortir, guna menghindari bilamana ada pekerja yang bukan merupakan warga Kota Bandung. Pasalnya, pendataan kami dikhususkan bagi mereka yang ber-KTP Kota Bandung,” jelas Arief.

PHK paling banyak dilakukan dalam sektor perhotelan dengan  persentase 70 persen. Selanjutnya disusul oleh sektor manufaktur dengan persentase 30 persen. 

“Dari 600 orang korban PHK, 70 persen dari sektor perhotelan dan 30 persen manufaktur,” jelas Arief.

Pendataan ini dilakukan sebagai langkah awal dalam menghadapi gelombang PHK yang disebabkan oleh pandemi corona. Setelah pendataan, Arief menyatakan bahwa pihaknya masih menunggu arahan dari pemerintah pusat terkait nasib pekerja yang mengalami PHK. Informasi dari Arief, pemerintah pusat tengah merancang program Pra Kerja. 

Arief mengimbau kepada semua pekerja atau buruh berdomisil Bandung untuk segera melakukan pelaporan online tersebut paling lambat hingga Rabu (15/4/2002) minggu depan.

“Tenggat waktu pelaporan hingga Rabu minggu depan, tanggal 15 April 2020,” pungkas Arief.

(mtd)