Karena Corona, 5 KA Daop 2 Bandung Ubah Jadwal


Bandung, Talamedia.id – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) Bandung melakukan penyesuaian jadwal Kereta Api (KA). Hal tersebut sebagai langkah antispasi penyeberan virus corona dalam transportasi publik. Di Jawa Barat sendiri, berdasarkan data covid19.go.id per Minggu (22/3), sudah ada 59 kasus yang terkonfirmasi poitif. Langkah antsipasi tersebut disampaikan oleh Manager Humas PT KAI Daop 2 Noxy Citrea dalam siaran pers pada Minggu (22/3). 

Perubahan jadwal perjalanan kereta akan dilaksanakan mulai Senin (23/3) pada beberapa kereta jarak jauh. Kereta yang mengalami penyesuaian jadwal di antaranya  KA Argo Parahyangan, Lodaya, Turangga, Argo Wilis, Malabar dan Mutiara Selatan.



“Terhitung mulai besok, Senin (23/3) perjalanan KA Argo Parahyangan dan KA Lodaya akan mengalami penyesuaian dengan pembatalan beberapa perjalanan. Sedangkan 4 KA Terusan seperti KA Turangga, Argo Wilis, Malabar dan Mutiara Selatan relasinya diperpendek menjadi berangkat dan berakhir di Bandung. Kebijakan ini juga untuk mendukung social distancing yang diterapkan pemerintah dimana masyarakat diminta mengurangi mobilitasnya,” ujar Noxy.

Perubahan Jadwal Daop 2 Bandung

Terdapat 5 perubahan jadwal perjalanan pada KA Argo Parahyangan. Penyesuaian jadwal tersebut di antaranya menjadi pukul 06.45, 11.10, 22.05, dan 22.25 dengan relasi Bandung-Gambir serta pada pukul 15.25 dengan relasi Kiaracondong-Gambir.

Sementera KA Lodaya Pagi dan Lodaya Malam menjadi berangkat pada pukul 07.05 dan 19.10 dengan relasi Bandung-Solo Balapan. Sedangkan KA Malabar, Mutiara Selatan, Argo Wilis, dan Turangga diperpendek relasinya mejadi berangkat dan berakhir di Bandung. 

Meskipun dengan beberapa perubahan jadwal, masyarakat tetap bisa memanfaatkan perjalanan kereta lain yang masih tersedia. “Misalkan untuk KA Argo Parahyangan, masih ada 10 perjalanan KA Argo Parahyangan yang beroperasi dari normalnya sebanyak 15 perjalanan setiap hari, ” tambah Noxy.

Noxy menegaskan perubahan jadwal perjalanan beberapa Kereta Api bersifat sementara. Kebijakan tersebut mengikuti perkembangan status tanggap darurat mewabahnya virus corona di Indonesia. Ia juga memohon maaf kepada para pelanggan atas pembatalan sejumlah perjalanan KA di Daop 2. Selain itu, ia juga berharap kondisi pandemi ini segera berakhir.

(mfd/muh)