Kisah Yusuf Ridwansyah yang Sembuh COVID-19

Ilustrasi. Dok. Pexels

Bandung, Talamedia.id – Yusuf Ridwansyah, Staf Tim Akselerasi Pembangunan (TAP) Jawa Barat (Jabar), diizinkan pulang oleh pihak Rumah Sakit Umum Pusat dr. Hasan Sadikin (RSHS) setelah dinyatakan pulih dari COVID-19. Yusuf pulang setelah menjalani test swab dan proses PCR (Polymeras Chain Reaction) yang ketiga kalinya.

“Saya melakulan test swab dan proses PCR di RSHS sebanyak tiga kali. Hasil pertama positif COVID-19, sedangkan hasil tes kedua dan ketiga saya dinyatakan negatif,” tutur Yusuf, Rabu (1/4) lalu.

Sebelumnya, Yusuf mengaku tidak mengalami gejala-gejala terinfeksi Severe Acute Respiratory Syndrome Virus (SARS-CoV-2), virus penyebab COVID-19.Namun, karena memiliki interaksi sosial tinggi, Yusuf mengikuti proaktif tes yang diselenggarakan Pemprov Jabar, pada Minggu (14/3) lalu.



Hasilnya, Yusuf dinyatakan positif. Saat itu, Ia pun tercatat sebagai orang ke-11 yang terinfeksi COVID-19 di Jawa Barat.

“Saya pernah di angka ke-11 di Jawa Barat, ke seratus tiga puluh sekian di Indonesia,” terangnya.

Setelah dinyatakan positif, Yusuf tidak langsung ke rumah sakit. Ia melakukan isolasi penuh di kamarnya. Sehari setelahnya, Yusuf dijemput pihak RSHS untuk melakukan perawatan.

“Saya dijemput pakai ambulans lengkap. Supir dan pendamping semua memakai Alat Pelindung Diri (APD). Saya masuk ambulans dan tidak berbicara apapun,” ungkapnya.

Selama perawatan, sambung Yusuf, dokter dan perawat melakukan cek suhu tubuh dan okigen sebanyak dua kali dalam sehari, cek darah dan lainnya tiga hari sekali, serta melakukan cek indikasi pneumonia.

Lolos dari Bayangan Corona

Yusuf mengatakan, setelah dinyatakan sembuh dan diizinkan pulang, ia kini masih harus melanjutkan isolasi mandiri di rumah. Meski demikian,Yusuf tetap senang karena bisa berkontribusi meningkatkan jumlah pasien sembuh.

“Saya pun turut bahagia, bisa meningkatkan kualitas angka dengan berkontribusi terhadap jumlah pasien yang dinyatakan sembuh,” ujar Yusuf.A

Yusuf berpesan agar semua orang bahu-membahu melawan COVID-19. Pasien positif dan tenaga medis berjuang di rumah sakit. Sementara yang lain harus bertanggung jawab pada diri sendiri, keluarga, rekan, dan lingkungan sekitar.

Salah satu bentuk tanggung jawab tersebut adalah dengan melakukan physical distancing guna menekan penyebaran COVID-19. Karena menurut Yusuf, COVID-19 mewabah tidak hanya semata penyakit saja, tetapi juga penyebarannya.

“Sebenarnya, penyakit ini bukan penyakitnya tapi penyebarannya. Kita punya potensi menularkan ke yang lain. Jadi, kita bertanggung jawab dengan semua sikap kita. Bukan tentang kita, tapi orang sekeliling kita,” tegasnya.

Sementara itu, berdasarkan data yang diakses dari laman resmi Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Jawa Barat (Pikobar), Jumat (3/4), pukul 15.30, pasien positif tercatat sebanyak 223 orang, 25 pasien meninggal dunia, dan 11 lainnya dinyatakan sembuh.

(mtd)