Polisi Ikuti Aturan Menhub Ketimbang Anies Soal Ojol Tarik Penumpang

OJEK ONLINE: Driver ojek online menunggu dan mengambil penumpang bukan pada tempatnya di kawasan Jalan Raya Lenteng Agung, Jakarta, Jumat (9/3). Ditlantas Polda Metrojaya sempat mengusulkan dan berkoordinasi dengan perusahaan ojek online, kalau ada driver ojek online melanggar lalu lintas maka poinnya akan dipotong. FOTO: MI/ BARY FATHAHILAH

Illustrasi Driver ojek online menunggu dan mengambil penumpang. FOTO: MI/ BARY FATHAHILAH

Jakarta, Talamedia.id – Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya siap menjalankan aturan baru soal ojek online (ojol) selama masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) mengizinkan ojol menarik penumpang.

“Saya akan mengacu kepada apa yang telah disampaikan oleh juru bicara kementerian perhubungan Ibu Adita (Adita Irawati),” kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin, 13 April 2020.

Sambodo menuturkan pihaknya bakal berdiskusi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta terkait hal ini. Pemerintah tidak senada terkait larangan ojol membawa penumpang.



“Sehingga nanti ada kesesuaian langkah dengan instansi terkait khususnya untuk pemberlakuan di DKI Jakarta,” kata dia.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menerbitkan Peraturan Gubernur Nomor 33 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan PSBB dalam rangka Percepatan Penanganan Covid-19). Pasal 18 ayat 6 menyatakan angkutan roda dua berbasis aplikasi dibatasi penggunaannya hanya untuk pengangkutan barang.

Anies melarang ojol membawa penumpang merujuk Peraturan Kementerian Kesehatan Nomor 9 Tahun 2020 tentang Pedoman PSBB dalam rangka Percepatan Penanganan Covid-19. Satu hari PSBB diterapkan, pelaksana tugas (Plt) Menteri Perhubungan Luhut Binsar Pandjaitan menerbitkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 18 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi dalam rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19.

Salah satunya, ojek online diizinkan mengangkut penumpang di wilayah yang memberlakukan PSBB. Namun, dengan ketentuan harus memenuhi protokol kesehatan, yakni kendaraan didisinfeksi sebelum dan setelah digunakan, menggunakan masker, sarung tangan, dan tidak berkendara saat suhu badan di atas normal (sakit).

PSBB di Jakarta berlaku sejak Jumat, 10 April 2020 hingga 23 April 2020. PSBB diterapkan selama 14 hari dan akan diperpanjang jika dibutuhkan.

(pal)