Rumah Sakit Hasan Sadikin Siapkan 3 Skenario Untuk Pasien Covid-19

RSHS Bandung. (Foto: Okezone.com/CDB Yudistira)

Bandung, Talamedia.id – Penyebaran covid-19 di Indonesia terus meningkat. Sejauh ini, Pemerintah pusat mengumumkan kasus positif covid-19 di Indonesia sejumlah 309 orang.

Ada 25 orang dinyatakan meninggal dan 11 orang berhasil sembuh. Bekerja sama dengan Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, Pemprov Jabar menyiapkan 3 skenario untuk menanggulangi wabah ini.

Direktur Utama RSHS, dr. R. Nina Susana Dewi mengatakan hal ini dilakukan karena cepatnya penyebaran covid-19 di Indonesia.

“Kita harus menyikapinya dengan bijak. Kami memang telah membahas saat pertemuan dengan gubernur. Kita tahu bahwa kasus covid ini terus meningkat, kematian juga terus meningkat. Maka kita harus membuat perencanaan-perencanaan dengan meningkatnya kasus tersebut,” ujarnya.

Skenario pertama dilakukan untuk 1 sampai 30 pasien positif covid-19 di Jawa Barat. RSHS telah menyiapkan ruangan isolasi khusus untuk pasien covid-19. Ruang isolasi ini merupakan ruangan Kemuning dengan total 29 ruangan.



Sebagian ruangan isolasi ini telah diisi oleh 12 pasien. Bekerja sama dengan Rumah sakit lainnya dan Dinas Kesehatan, rencananya akan dilakukan alih rawat 12 pasien ini agar ruangan Kemuning seluruhnya bisa dijadikan ruang isoalasi covid-19.

3 Skenario Untuk Pasien Covid-19

“Skenario pertama jumlah pasien 1 sampai 30. Karena isolasi yang kita pakai sekarang adalah ruang isolasi khusus Kemuning yang ada di lantai 1. Di situ ada 5 ruang isolasi khusus, Kemudian ada 24 ruang isolasi khusus lainnya. Jadi total ada 29,” ujar Nina.

Skenario kedua, pihak RSHS akan memberlakukan sistem zonasi di sekitar ruang isolasi. Zona ini akan terbagi kepada 3 ring untuk mencegah penularan baik pada perawat maupun pengunjung rumah sakit. Pihak Rumah Sakit pun memberlakukan pembatasan jumlah pembesuk untuk mencegah covid-19 meluas.

“Kita juga membuat pencegahan dengan buat zona area. Zona merah yang hanya bisa dilewati petugas dengan perlengkapan yang lengkap, zona kuning untuk orang laboratorium, dan zona hijau sebagai batas aman. Kita juga mengurangi jumlah besuk, 1 pasien 1 pengantar. Hal ini ntuk mengurangi penularan,” pungkasnya.

Skenario ketiga dibuat untuk hal yang terburuk. Bila pasien covid-19 melonjak, ada rencana untuk mengalihfungsikan gedung Kemuning khusus untuk pasien covid-19. “Gedung kemuning tuh 6 lantai, Bednya ada 252. Jadi pasien meningkat rencananya mengalihkan ruang Kemuning untuk covid,”tambahnya.

Untuk menjalankan semua skenario ini, Nina menyebutkan harus ada komitmen dari seluruh instansi dan dari pihak pusat. Butuh anggaran dan sarana prasaranayang memadai dalam penanganan wabah ini. Hal ini demi keselamatan bersama. “ Harus sesuai mutu dan standar. Tujuannya tetap keselamatan pasien dan karyawan kami terlindungi.

(rtp/muh)