Sektor Perhotelan Dominasi Gelombang PHK di DIY

Ilustrasi. Dok. Pexels

Padang, Talamedia.id – Gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) mulai melonjak di beberapa daerah. Di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), melansir dari SuaraJogja.id, tercatat sebanyak 14.529 pekerja terkena PHK dan dirumahkan akibat pandemi corona.

“Dari angka 14.529, 14.055 merupakan pekerja sektor formal dan 4747 lainnya merupakan pekerja informal,” jelas Ariyanto Wibowo, Kepala Bidang Industrial dan Perlindungan Tenaga kerja (Disnakertrans) DIY, pada Senin, (6/4/2020).

Ariyanto menyampaikan, data tersebut diperoleh melalui pelaporan perusahaan-perusahaan. Hal ini sesuai dengan arahan dari Kementrian.

“Ada arahan dari Kementrian untuk adanya pendataan terhadap perusahaan dan pekerja yang terdampak Covid-19,” ujar Ariyanto.

Dari data yang telah terhimpun, menurut Ariyanto pekerja yang di-PHK ataupun dirumahkan didominasi dari sektor perhotelan.

“Kalau kita lihat, pengunjung hotel berkurang. Mau tidak mau perusahaan harus mengurangi biaya operasional, salah satunya dengan melakukan PHK atau merumahkan pekerja agar tidak gulung tikar,” terang Ariyanto.

Hal ini dibenarkan oleh salah satu Manajer Sales and Marketing sebuah Hotel di Kawasan Kaliurang, Ina.

“Beberapa hotel yang mengambil langkah untuk merumahkan karyawannya tanpa digaji karena efek lesunya industri perhotelan akibat Covid-19,” ungkap Ina.

Ina juga menyatakan bahwa hotelnya sudah merumahkan beberapa karyawan non-kontak dan karyawan tetap.

“Kami menerapkan unpaid leave. Jadi, staf hotel ada yang diminta untuk libur, tetapi tidak dibayar. Beberapa hotel di Yogyakarta juga seperti itu,” jelas Ina.

(mtd)