300 Siswa Kepolisian Diduga Positif Corona

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono (tengah) dan Kapusdokkes Polri Brigjen Pol Musyafak (kiri) saat memberikan keterangan pers di Setukpa Lemdikpol, Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (1/4/2020). Foto: ANTARA/ HO-Polri

Bandung, Talamedia.id – Sebanyak 300 siswa Sekolah Pembentukan Perwira (Setukpa) Lembaga Pendidikan Polri (Lemdikpol) di Kota Sukabumi, Jawa Barat, dinyatakan terindikasi positif virus Corona. Hal itu diketahui setelah para siswa sekolah polisi tersebut menjalani rapid test.

“Sesuai dengan perintah Bapak Kapolri, karena sehubungan adanya pemberitaan tentang siswa Setukpa yang ada di Sukabumi ini terjangkit atau positif corona, maka kami cek ke sini,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono dalam siaran pers yang diterima Kompas.com Rabu (1/4/2020).

Melansir Detik.com, Argo mengatakan awalnya ada 7 siswa yang demam, lalu bertambah satu per satu. Saat dilakukan pemeriksaan rontgen, hasilnya menunjukkan seperti ada kabut di bagian paru-paru.



Dengan adanya 9 siswa yang sakit ini, Setukpa Polri berinisiatif memeriksakan kondisi peserta didiknya. Dari pemeriksaan tersebut didapat hasil 300 siswa terpapar Corona.

“Kemudian dengan adanya hal tersebut, sisanya 1.500 sekian (siswa) itu kami lakukan rapid test. Jadi ditemukan ada 300 siswa yang dari hasil rapid test ini, rapid test ini kan berhubungan dengan imun, daya tahan tubuh, kondisi tubuh. Makanya setelah kami lakukan tes rapid test ini ada 300 siswa yang positif (berdasarkan) rapid test,” jelas Argo.

Argo mengungkapkan 300 siswa itu akan menjalani pemeriksaan dengan metode swab setelah 14 hari melakukan isolasi diri. Saat ini, mereka berstatus orang dalam pemantauan (ODP).

Sementara Juru Bicara untuk Penanganan Covid-1, Yurianto menyatakan 300 siswa tersebut belum masuk daftar positif kasus Corona yang disampaikan pemerintah.

“Belum (masuk ke daftar positif hari ini),” ungkap Yuri kepada Detik.com, Rabu (1/4/2020).

Yuri mengatakan, 300 siswa tersebut perlu terlebih dulu menjalani Polymerase Chain Reaction (PCR). Hal ini untuk mengetahui hasil pemeriksaan yang lebih pasti.

(mfd)