Jasa Logistik Diuntungkan Selama Pandemi Covid-19

Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani, jasa logistik, telekomunikasi, industri makanan dan minuman, farmasi, dan tekstil adalah beberapa yang akan unggul selama pandemi Covid-19. Dok: Istimewa

Bandung, Talamedia.id – Beberapa sektor dipastikan akan buntung selama pandemi Covid-19 menyerang, di antaranya adalah industri pariwisata dan transportasi. Sektor tambang juga mengalami tekanan karena harga komoditas yang terus menurun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI melalui video conference, Senin (6/4) mengatakan, “Adapun sektor keuangan kemungkinan akan mengalami second round effect setelah sektor riil dan rumah tangga mengalami penurunan aktifitas yang memungkinkan kenaikan NPL”.

Dilansir kompas.com, Sri Mulyani menyebutkan bahwa sektor otomotif dan UMKM juga diperkirakan akan mengalami penurunan.



“Otomotif juga diperkirakan menurun. UMKM yang di tahun 1998-1999 relatif memiliki ketahanan karena krisis berasal dari sektor keuangan besar dan koperasi. Di Covid-19 mereka terdepan terkena dampak karena tidak ada kegiatan sosial,” ujarnya.

Meski begitu, Sri Mulyani juga menyebutkan tidak semua sektor mengalami dampak negatif akibat pandemi Covid-19. Beberapa sektor industri justru diperkirakan akan memperoleh keuntungan di tengah kondisi sulit seperti ini.

Menurutnya, jasa logistik, telekomunikasi, industri makanan dan minuman, farmasi, dan tekstil adalah beberapa yang akan unggul selama situasi ini.

“Ini terasa sekali waktu produksi APD (Alat Pelindung Diri) dan masker di mana-mana seluruh industri sekarang highly demanded,” ungkap Sri Mulyani.

Tetapi, dibalik kesuburannya itu, para industri tersebut juga mengalami masalah. Ia mengatakan, saat ini banyak perusahaan yang mengalami kekurangan bahan baku.

Pada sidang kabinet disebutkan bahwa bahan baku untuk peralatan medis yang diimpor dari Korea Selatan dalam dua pekan akan habis.

Karenanya, pemerintah dan pelaku industri sedang berupaya agar bisa memproduksi bahan baku lokal yang memenuhi sertifikasi dan standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

“Karena seluruh negara termasuk Amerika Serikat hari ini sangat kekurangan APD, masker, dan ventilator yang menjadi rebutan di seluruh dunia,” katanya. (nrl)