Jokowi Ingatkan Jaring Pengaman Sosial Jangan Sampai Terlambat

Presiden Joko Widodo saat membuka The 2nd Asian Agriculture & Food Forum (ASAFF) 2020 di Istana Negara, Jakarta, Kamis 12 Maret 2020. Foto: TEMPO/Subekti.

Bandung, Talamedia.id – Presiden Joko Widodo atau Jokowi kembali meminta agar program jaring pengaman sosial bisa segera direalisasikan dan dinikmati oleh masyarakat yang terdampak pandemi virus Corona atau Covid-19. Hal ini disampaikan saat membuka rapat terbatas melalui konferensi video dengan Gugus Tugas Covid-19 hari ini.

“Jangan sampai kita terlambat, utamanya jaring pengaman sosial agar bisa segera dinikmati masyarakat,” kata Jokowi dilansir dari Tempo, Senin, 6 April 2020.

Jokowi lalu meminta laporan perkembangan mengenai jumlah provinsi dan kabupaten/kota yang sudah merealokasi anggaran dari APBD untuk membantu penanganan Covid-19.



Sebelumnya, Presiden Jokowi menyebut, bantuan perlindungan sosial dan stimulus ekonomi akan membantu masyarakat agar tetap bertahan di kediamannya, terutama bagi warga di Ibu Kota DKI Jakarta.

Dalam program stimulus penanggulangan dampak ekonomi wabah corona, pemerintah menetapkan enam pokok kebijakan bantuan sosial. Bantuan sosial mendapat porsi Rp 110 triliun dari total anggaran Rp 405,1 triliun. Anggaran untuk sebagian program sosial yang telah berjalan sebelum wabah Corona merebak pun akan ditambah.

Enam program bantuan sosial yang dikeluarkan pemerintah adalah:

  1. Program Keluarga Harapan (PKH)

Kuota PKH ditambah 9,2 juta menjadi 10 juta keluarga penerima manfaat. Nilai manfaat atau bantuan yang diterima juga naik 25 persen. Ibu hamil mendapat Rp 3 juta per tahun. Selain itu, anak usia dini mendapat Rp 3 juta per tahun dan penyandang disabilitas mendapat Rp 2,4 juta per tahun.

  1. Kartu Sembako

Penerima program Kartu Sembako ditambah dari 15,2 juta menjadi 20 juta keluarga penerima. Nilai manfaatnya pun naik dari Rp 150 ribu menjadi Rp 200 ribu per bulan. Tunjangan ini diberikan selama sembilan bulan.

  1. Kartu Pra-Kerja

Fungsi Kartu Pra-Kerja diperluas dari platform pasar lapangan kerja menjadi program bantalan sosial dengan memberikan dana tunai Rp 5 juta untuk tiga bulan. Anggaran program ini juga ditingkatkan dari Rp 10 triliun menjadi Rp 20 triliun

  1. Tarif Listrik

Ada 31 juta pelanggan yang mendapat keringanan tarif listrik. Sebanyak 24 juta pelanggan listrik 450 volt ampere (VA) dibebaskan dari tagihan listrik selama tiga bulan. Adapun 7 juta pelanggan listrik 900 VA mendapat diskon tarif 50 persen selama tiga bulan.

  1. Dana Kebutuhan Pokok

Dana cadangan stabilisasi harga pangan ditambah Rp 25 triliun. Anggaran ini akan memperkuat dana cadangan beras pemerintah yang dipatok Rp 20 triliun tahun ini.

  1. Keringanan Pembayaran Kredit

Keringanan cicilan berlaku bagi para pekerja informal, seperti ojek online, sopir taksi, nelayan, dan para pelaku usaha kecil-menengah berpenghasilan harian dengan kredit di bawah Rp 10 miliar, mulai April 2020.

(pal)

Probo Agung Laksono
Reporter