Jokowi Pecat Evi Novida Ginting Manik

Ketua KPU Arief Budiman (kiri) dan Mantan Komisioner KPU Evi Novida Gintik Manik (kanan) tengah berbincang saat memberikan pernyataan sikap terhadap DKKP RI (19/3) di Kantor KPU, Jakarta. Foto: ANTARA

Bandung, Talamedia.id – Menindak lanjuti keputusan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI bernomor DKKP 317-PKE-DKKP/2019, Presiden Joko Widodo mengeluarkan keputusan untuk memecat Evi Novida Ginting Manik, melalui keputusan presiden (Keppres) nomor 34/P Tahun 2020. Keppres tersebut diterbitkan tanggal 23 Maret 2020, dengan

Dalam keputusan tersebut, Evi Novida Ginting Manik dipecat dari posisinya sebagai Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU). Keputusan tersebut berlaku per Kamis (26/3), sejak keputusan ditetapkan.

“Dengan hormat bersama ini kami beritahukan bahwa bedasarkan Keputusan Presiden No 34/P Tahun 2020 tanggal 23 Maret 2020. Telah ditetapkan pemberhentian dengan tidak terhormat Anggota Komisi Pemilihan Umum atas nama Dra. Evi Novida Ginting Manik, M.SP,” begitu yang tertulis dalam surat Keputusan Presiden RI, mengutip dari CNNIndonesia.



Sebelumnya, DKKP RI memecat Evi Novida Ginting Manik dari posisinya sebagai Komisioner KPU karena terbukti melanggar kode etik terkait penentuan hasil Pemilu 2019 pada pileg DPRD Provinsi Kalimantan Barat.

Melansir dari Kompas.com, perkara ini bermula dari pengaduan oleh Hendri Makaluasc, caleg Partai Gerindra daerah pemilihan Kalimantan Barat 6 kepada DKPP RI.

Hendri mengadukan bahwa hasil perolehan suaranya berkurang dan ditambahkan pada caleg Gerindra lainnya. Hendri pun sempat menggugat ke Mahkamah Konstitusi (MK) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Hendri menuding KPU tidak menjalankan putusan MK dan Bawaslu karena mengkoreksi hasil perolehan suara Hendri, tanpa turut mengkoreksi perolehan suara milik caleg Gerindra yang telah digelembungkan.

DKPP RI menilai bahwa Evi Novida Ginting Manik dan beberapa komisioner KPU lainnya tidak memahami dan melaksanakan putusan MK. Menurut DKPP RI, hukuman yang diberikan kepada Evi Novia Ginting lebih berat lantaran ia bertanggung jawab dalam teknis penyelenggaraan pemilu, termasuk dalam perselisihan hasil pemilu.

Evi Novida Ginting Manik sempat menyatakan keberatan

Evi Novida Ginting Manik sempat menyatakan keberatan terhadap keputusan DKPP RI yang memutuskan untuk memecatnya sebagai Komisioner KPU. Selain itu, Evi Novida Ginting  Manik juga melaporkan putusan tersebut pada Ombudsman RI. Pada hari yang sama, ia juga mengadukan perkaran pemecatan dirinya sebagai Komisioner KPU kepada Presiden Joko Widodo.

Namun, presiden memutuskan untuk memberhentikan Evi Novida Ginting Manik, sesuai yang tertulis dalam  Keppres nomor 34/P Tahun 2020, yang diterima Evi pada 26 Maret 2020.

(mtd)