Kemensos Beri Santunan Korban Meninggal Corona 15 Juta

Gedung Kementerian Sosial Republik Indonesia. Foto: bisnis.com / Samdyasara Saragih

Bandung, Talamedia.id – Terhitung sejak Senin (23/3), sebanyak 49 jiwa melayang akibat virus corona di Indonesia. Total jumlah korban yang positif hingga sekarang ada 579 jiwa. 30 di antaranya sembuh dan 49 lainnya meninggal dunia.

DKI Jakarta masih berada di urutan teratas dalam kasus ini, yaitu sebanyak 353 kasus. Sedangkan Jawa Barat ada di posisi kedua dengan 59 kasus positif, 5 sembuh, dan 9 meninggal.

Kasus corona pertama di Indonesia diumumkan oleh Presiden Jokwi bersama dengan Menteri Kesehatan Terawan Agus di Istana Kepresidenan, Senin (2/3). Dalam konferensi persnya itu, Jokowi menyampaikan pemerintah telah menyiapkan 100 rumah sakit lengkap dengan ruang isolasi. Dalam hal ini, Terawan Agus menyampaikan kepada masyarakat agar tidak panik.

Sebelumnya, dilansir dari antaranews.com, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan untuk pembiayaan penanganan virus corona ini akan ditangani oleh BPJS Kesehatan. Sumber dana yang akan digunakan untuk pembayaran rumah sakit yang merawat pasien virus corona bukan dari BPJS Kesehatan atau Dana Jaminan Sosial, tetapi dari dana tambahan baru.



Dirut BPJS Kesehatan Fachmi Idris menyanggupi permintaan Menko PMK tersebut. “BPJS Kesehatan siap mendukung ketetapan kebijakan pembayaran. Mekanisme selanjutnya, BPJS Kesehatan akan melakukan verifikasi secara akuntabel,” ujarnya.

Kementerian Sosial sendiri akan beri santunan sebesar 15 juta kepada ahli waris korban meninggal dunia akibat virus corona. Santunan itu diberikan untuk meringankan beban keluarga yang ditinggalkan, serta sebagai wujud belasungkawa dari negara.

“(Santunan ini) ditujukan untuk meringankan beban keluarga yang ditinggalkan. Kemensos RI memberi santunan ke ahli waris RP 15 juta per orang yang meninggal,” ujar Direktur Jenderal Penanganan Fakir Miskin Kemensos Asep Sasa Purnama pada jumpa pers di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Selasa (24/3).

Akan tetapi, pihak Kemensos masih melakukan verifikasi daftar korban sebelum memberikannya ke para ahli waris. Ia juga belum menjelaskan detail penyaluran santunan.

(nrl)