PGI: Rayakan Paskah di Rumah Tak Mengurangi Makna ‘Iman Paskah’

Sebagai ilustrasi: Sejumlah umat kristiani melakukan Kirab Paskah Nasional di kawasan Monumen Nasional Jakarta, Minggu (1/4/2018). Foto

Jakarta, Talamedia.id – Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) mengimbau dan menyerukan kepada seluruh umat Kristiani untuk melaksanakan ibadah dan perayaan Paskah di rumah masing-masing.

Gereja-gereja ditutup untuk menghindari kerumunan demi memutus mata rantai penyebaran wabah virus corona atau Covid-19.

Sekretaris Umum PGI, Pendeta Jacky Manuputty dalam konfrensi pers melalui live streaming menyampaikan, bahwa beribadah di rumah bersama keluarga tidak mengurangi makna keceriaan dalam perayaan Paskah.



“Perayaan Paskah adalah tentang kebangkitan kristus. Perayaan Paskah dengan kerumunan umat kehidupan menjadi terancam. Maka tindakan itu berlawanan dengan berita penting dari Paskah itu sendiri, yaitu berita tentang kehidupan,” kata Pendeta Jacky melalui live streaming akun Youtube BNPB, Minggu (12/4/2020).

Dia memaparkan, tema Paskah yang dirumuskan PGI tahun ini adalah ‘Kebangkitan Kristus Membawa Harapan Baru’. Tema Kristus tersebut dirumuskan dari Injil Lukas pasal 24 ayat 5 dan 6.

Kebangkitan Kristus Membawa Harapan Baru

Pada saat ini seluruh umat Kristen di seluruh dunia sedang merayakan Paskah, peristiwa kebangkitan kristus di dalam suasana duka yang penuh pergumulan.

Bagaimana umat Kristiani merayakan kehidupan, bahkan dalam segala kelimpahan, sementara begitu banyak orang berjuang diambang batas kematian akibat pandemi Covid-19.

“Kematian ternyata begitu dekat dengan kita, bahkan telah merenggut orang-orang yang kita kasihi. Kesedihan mudah membuat kita berputus asa, sekali lagi kita di sapa oleh berita Paskah yang menjadi pusat iman kita,” imbuhnya.

“Dalam kesedihan membuat kita gampang putus asa, kita di sapa oleh berita yang menjadi pusat iman kita, bahwa kristus telah bangkit, mengalahkan kematian,” terangnya.

(pal)

Probo Agung Laksono
Reporter