Satu Keinginan Djoko Santoso Belum Terwujud Hingga Akhir Hayat

Sejumlah prajurit TNI mengusung peti jenazah dari Jenderal TNI (Purn) Djoko Santoso saat upacara pelepasan di rumah duka kawasan Bambu Apus Raya, Jakarta Timur, Minggu (10/5). Foto: ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT

Jakarta, Talamedia.id – Meninggalnya mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Djoko Santoso meninggalkan duka mendalam bagi keluarga di Solo. Hal tersebut diungkapkan Tutik Suyono (63) adik keempat almarhum, saat ditemui wartawan di Solo, Minggu (10/5).

Melansir merdeka.com, Menurut Tutik, saat pertemuan terakhir sebelum mewabahnya Covid-19, kakaknya itu pernah mengungkapkan rencana pernikahan anak bungsunya, Ardhya Pratiwi Setiowati, pada bulan Agustus mendatang. Namun belum kesampaian niat tersebut, Djoko sudah dipanggil Yang Kuasa.

“Sampai beliau meninggal dunia, ada satu keinginan yang belum terwujud. Pak Djoko itu rencananya mau menikahkan anak bungsunya yang perempuan,” ujarnya.



Menurut dia, anak bungsu yang mau menikah itu baru saja lulus S3 (doktor) di Italia pada akhir 2019 lalu. Menurut rencana, Ardhya bakal dipersunting orang Italia. Mereka sudah punya rencana menikah tahun ini.

“Calon suaminya asli Italia, mereka sudah berencana menikah bulan Agustus,” katanya.

Tak hanya kepada dirinya, lanjut Tutik, rencana menikahkan anak bungsunya itu, juga diceritakan kepada adik kandung lainnya di Jakarta. Dalam pembicaraan keluarga, almarhum minta agar pernikahan nanti cukup di Kantor Urusan Agama (KUA) karena sedang keadaan Covid-19.

“Sayang sekali rencana beliau tidak terwujud. Almarhum juga belum lama mantu anak sulungnya, Andika Pandu Puragabaya yang menjabat anggota DPR Fraksi Gerindra pada November 2019 lalu,” terang dia.

Tutik menambahkan pada bulan Januari, almarhum saat bertemu dengan keluarga berpesan pada semua keponakannya kalau mau menikah, ia siap menjadi wali. Tutik sendiri mengaku bertemu almarhum pada Februari lalu di Jakarta.

Menurut dia, almarhum selama ini merupakan sosok yang baik, santun, pekerja keras dan suka menolong orang lain. Selama menjadi anggota TNI, almarhum juga tidak pernah memukul dan berbuat kasar terhadap orang lain. Keluarga telah mengikhlaskan kepergian almarhum di bulan suci Ramadan.