Ubiklan buat Billboard berjalan

10-15 tahun lalu, iklan berjalan lebih ke arah branding perusahaan atau instansi. Sekarang, mobil maupun motor pribadi (plat hitam) juga menjadi media untuk beriklan luar ruang. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Talamedia.id – Ubiklan adalah startup teknologi inovatif yang bertujuan untuk mengganggu industri periklanan offline. Kami melanggar stereotip untuk iklan offline dengan cara yang belum pernah Anda bayangkan sebelumnya. Dengan teknologi terdepan kami, kami menjadi platform periklanan offline paling efektif yang dapat dilacak, mudah diukur, dan hemat biaya.

Dilansir dari website ubiklan.com, Kami percaya pada kekuatan berbagi ekonomi. Misi kami adalah menciptakan lingkungan di mana mitra dan perusahaan kami dapat memiliki kolaborasi bersama dan hubungan yang saling menguntungkan, karenanya solusi win-win untuk kedua belah pihak. Ubiklan berkomitmen untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Didirikan oleh Glorio Yulianto dan Kalvin Handoko, Ubiklan resmi meluncurkan layanan mereka pada akhir tahun 2016 yang lalu. Meski baru berdiri, mereka telah mendapatkan pendanaan tahap awal (seed funding) sebesar ratusan ribu dolar (lebih dari Rp1,3 miliar) dari Triandy Gunawan dan Benny Girsang, afiliasi dari perusahaan periklanan Warna Warni Group.


Talamedia.id – Ubiklan telah bermitra dengan beberapa startup, seperti Tokopedia, Carmudi, hingga OLX, yang kemudian memasang iklan di bodi mobil dan motor milik para mitra pengemudi mereka. Untuk melacak kendaraan tersebut, Ubiklan memanfaatkan GPS yang terpasang di smartphone para pengemudi.

Kemacetan di kota besar dimanfaatkan oleh dua sekawan Glorio Yulianto dan Kalvin Handoko menjadikan mobil sebagai papan iklan berjalan.

Meksipun iklan digital kini sedang marak, mereka masih melihat ada potensi yang belum tergarap di ranah offline sehingga mereka tertarik membuat gabungan antara online dan offline melalui Ubiklan.



“Potensi offline masih banyak namun belum ada inovasi baru,” kata Glorio kepada Antara News di gelaran startup beberapa waktu lalu.

Ubiklan menggabungkan konsep pemasaran secara fisik namun pemesanan dilakukan secara digital melalui website dan aplikasi.

Pemasang iklan menyiapkan desain poster iklan untuk ditempel di badan mobil. Ubiklan menyiapkan tarif yang berbeda untuk setiap bagian badan mobil bervariasi mulai dari Rp 1 juta hingga 3,5 juta per mobil per 30 hari.Mereka bekerja sama dengan penyedia jasa sewa mobil maupun komunitas mobil dan memberikan komisi kepada pengemudinya.

Sejak diluncurkan akhir Oktober 2016, Glorio menyatakan ada sekitar 150 mobil di Jabodetabek yang bekerja sama dengan mereka, dengan klien antara lain Carmudi.


Untuk saat ini klien belum bisa memilih mobil apa yang digunakan untuk mengiklankan produk mereka, tapi, dalam beberapa waktu mendatang mereka akan memberikan opsi tersebut, kata Glorio.

Lulusan ilmu komputer San Jose State University, Amerika Serikat ini melihat potensi iklan berjalan di ibu kota besar.Ia mencontohkan bila mobil yang dipasang iklan digunakan sebagai taksi online, mobil tersebut akan lebih sering berada di jalan sehingga kesempatan iklan dilihat orang lebih banyak.

Ubiklan dikembangkan sejak Juni 2016 dan saat ini baru dapat melayani wilayah Jabodetabek. Dalam waktu mendatang, mereka akan mengembangkan ke Surabaya dan Bandung.

(pal)

Probo Agung Laksono
Reporter