Warga Terdampak PSBB Akan Dapat Bantuan, Termasuk Perantau

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengatakan, warga yang terdampak Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara ekonomi akan mendapat bantuan, termasuk para perantau. Foto: Istimewa

Depok, Talamedia.id – Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Bodebek (Kota Bogor, Bekasi, Depok, Kabupaten Bogor dan Bekasi) akan diiringi dengan program jaring pengamanan sosial yang akan disalurkan kepada warga terdampak PSBB secara ekonomi.

Menurut Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil atau Kang Emil, warga terdampak dibagi menjadi dua kelompok. Pertama, warga yang sudah terdata dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Kedua, warga rawan miskin baru.

“DTKS ini mayoritas akan dibantu oleh APBN melalui kementerian-kementerian. Kemudian, ada kelompok dua yang namanya non di DTKS, yaitu mereka-mereka yang rawan miskin baru yang sebelumnya tidak masuk daftar bantuan,” ujar Kang Emil pada jumpa pers di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Minggu (12/4).



Warga rawan miskin baru akan terbagi menjadi dua, yaitu ber-KTP Bodebek dan perantau.

“Jadi, kepada para perantau di lima wilayah ini jangan khawatir. Anda tetap akan juga dibantu oleh Pemerintah Jawa Barat dan Pemerintah lima wilayah ini. Anda disamakan haknya. Selama Anda memang berhak dan butuh bantuan, kami akan bantu,” ucapnya.

Sebesar Rp4 triliun dari APBD Jabar dialokasikan untuk program jaring pengamanan sosial. Untuk pengelompokkan penerima bantuan itu, kemarin Ketua Rukun Tangga (RT) dan Rukun Warga (RW) diminta untuk melakukan pemetaan dan pendataan masyarakat kelompok miskin baru.

“Jangan sampai ada perantau, karena alasan tidak ber-KTP di sana tidak dihitung sebagai yang dibantu. Selama ekonominya memang susah dan perlu bantuan, itu perlu kita bantu. Tidak boleh ada orang warga Indonesia yang kelaparan di tanah Jawa Barat,” ucapnya.

(nrl)