Umat Katolik Timika ibadah Minggu Palma melalui “video streaming”

Umat Katolik mengangkat daun palma saat mengikuti Misa Minggu Palma secara daring dari rumah mereka di Kota Salatiga, Jawa Tengah, Minggu (5/4/2020). Misa daring itu diselenggarakan oleh Keuskupan Agung Semarang dan disiarkan melalui aplikasi YouTube. Misa Minggu Palma mengawali rangkaian Pekan Suci menjelang puncak perayaan Paskah. KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO

Umat Katolik mengangkat daun palma saat mengikuti Misa Minggu Palma secara daring dari rumah mereka di Kota Salatiga, Jawa Tengah, Minggu (5/4/2020).Foto: KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO

Bandung, Talamedia.id – Umat Katolik di Timika, Ibu Kota Kabupaten Mimika, Provinsi Papua mengikuti ibadah Minggu Palma dari rumah mereka melalui “video streaming”. Hal ini guna mendukung pembatasan sosial skala besar yang diterapkan pemerintah dalam mengatasi penyebaran virus corona baru.

Pastor Paroki Santo Stefanus Sempan Maximilianus Dora OFM saat memimpin misa perayaan Minggu Palma di Timika, Minggu, mengatakan sudah dua pekan umat Katolik setempat mengikuti ibadah melalui “video streaming” dikutip dari Antara.

Katanya, lantaran adanya imbauan pemerintah agar tempat-tempat ibadah membatasi kehadiran jemaat di gereja guna menghindari penularan pandemi COVID-19.



“Perayaan Minggu Palma di tahun 2020 menjadi sejarah umat tidak bisa mengikuti perayaan misa di gereja karena ancaman covid-19. Kami sangat mendukung imbauan pemerintah, membatasi kehadiran umat untuk mengikuti misa di gereja guna mencegah penularan virus corona, kata dia.

Minggu Palma salah satu perayaan besar di lingkungan gereja Katolik, kata dia. Misa dengan “video streaming” tidak mengurangi hakikat umat mengikutinya dari rumah masing-masing melalui fasilitas teknologi yang tersedia.

Pastor Maximilianus memimpin perayaan misa Minggu Palma didampingi Pastor Lambertus Nita OFM, mulai pukul 08.00 hingga 09.30 WIT.

Di tengah situasi dunia saat ini telah menelan korban jiwa puluhan ribu orang dan juga telah menyebar hingga Mimika. Ia mengajak umat Katolik setempat terus berdoa guna memohon keselamatan bagi semua orang dari penularan COVID-19.

Salib digunakan saat Misa Minggu Palma secara daring di sebuah rumah di Kota Salatiga, Jawa Tengah, Minggu (5/4/2020). Foto: KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO

Ia mengatakan upaya pencegahan COVID-19 juga harus dilakukan setiap pribadi, keluarga, dan komunitas dengan menerapkan pembatasan sosial dan fisik. Melakukan isolasi dan karantina mandiri di rumah, hidup bersih dengan rajin mencuci tangan, dan berbagai ajakan positif lainnya.

#dirumahaja, tetap Social Distancing dan Physical Distancing

Selama perayaan Pekan Suci Paskah 2020 yang dimulai dari Minggu Palma, Kamis Putih, Jumat Agung, Malam Paskah, hingga Hari Raya Paskah pada Minggu (12/4). Gereja Katolik Paroki Santo Stefanus Sempan Timika tetap menggelar perayaan seperti biasa, namun tidak dihadiri umat.

Umat dapat mengikuti semua perayaan misa tersebut melalui “video streaming” dari rumah masing-masing. Hal serupa juga berlangsung di Gereja Katedral Tiga Raja Timika.

Pastor Paroki Katedral Tiga Raja Timika, Amandus Rahadat Pr, yang sedang menjalani pemeriksaan kesehatan di Jakarta mengapresiasi semua pihak.

“Terima kasih Pastor Okto dan Pastor Tanto, seksi liturgi, lektor, dirigen, organis, dan petugas penyiar yang mendukung ‘live streaming’. Dari Gereja Katedral Tiga Raja Timika merayakan misa Minggu Palma, mengawali perayaan Pekan Suci 2020,” kata dia di akun sosmed-nya.

Sebagaimana di Gereja Katolik, seluruh gereja denominasi Kristen Protestan di Timika juga tetap menggelar Ibadah Minggu Sengsara VII dengan menyiarkannya melalui “video streaming” sehingga bisa diikuti umat di rumah masing-masing.

“Kita semua berdoa dan berharap semoga wabah virus corona ini bisa segera berlalu sehingga kegiatan peribadatan di gereja dan aktivitas lainnya bisa kembali normal,” ujar Stefanus, salah satu tokoh pemuda di Timika.

(pal)

Probo Agung Laksono
Reporter