UN Digantikan Portofolio Nilai Rapot dan Prestasi

Siswa SMA saat mengikuti UNBK. Dalam UNBK tahun ini ada insiden siswa memfoto naskah ujian. Foto: tirto.id

Bandung, Talamedia.id – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim akhirnya memberikan pernyataan tertulis mengenai pelaksanaan kebijakan pendidikan dalam masa darurat penyebaran Covid-19.  Berkenaan dengan mewabahnya Covid-19 yang semakin meningkat, ia bersama anggota Komisi X DPR sepakat untuk menghapuskan Ujian Nasional 2020.

Sebelumnya anggota Komisi X DPR telah melangsungkan rapat online bersama Nadiem untuk melakukan konsultasi mengenai penyelenggaraan Ujian Nasional tingkat SD, SMP, dan SMA, yang sedianya akan dimulai pecan depan. 

Melalui pernyataan tertulis yang diterima, Nadiem mengatakan jika dibatalkannya UN tahun 2020 maka keikutsertaan UN tidak menjadi syarat kelulusan atau seleksi masuk jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Seiringan hal tersebut proses penyetaraan bagi lulusan program Paket A, B, dan C akan ditentukan kemudian. 



Dengan demikian, Nadiem meminta pengganti dari UN tersebut dengan adanya Ujian Sekolah yang dirancang untuk mendorong aktivitas belajar yang bermakna dan tidak perlu mengukur ketuntasan pencapaian kurikulum secara menyeluruh. 

“Ujian Sekolah dapat dilakukan dalam bentuk portofolio nilai rapor dan prestasi yang diperoleh sebelumnya, penugasan, tes daring, atau bentuk asesmen jarak jauh lainnya,” jelasnya melalui pernyataan yang diterima.

Sementara itu pelaksanaan Ujian Sekolah secara daring hanya diperuntukan bagi pihak sekolah yang mampu. Dengan pertimbangan untuk tidak adanya pengumpulan siswa secara fisik, pihak Kemdikbud bersama Komisi X DPR memberikan opsi lain dengan sekolah menimbang nilai kumulatif yang tercermin dari nilai rapor siswa dalam menentukan kelulusan. 

Dilansir dari Kompas.com, Huda mengatakan jika penyebaran wabah Covid-19 ini akan berlangsung hingga April. “Jadi tidak mungkin kita memaksakan siswa untuk berkumpul melaksanakan UN dibawah ancaman Covid-19,” tambahnya.

(slr)