Kalahkan Covid-19, Perdana Menteri Selandia Baru hadiahkan Warganya

Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern. Foto: AP Photo

Jakarta, Talamedia.id – Tidak adanya transimisi Covid-19 tingkat komunitas berhasil mengurangi penyebaran virus secara efektif. Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern menyatakan akan meringankan tingkatan lockdown mulai tanggal 27 April 2020. 

 “Data yang kian hari mengalami penurunan jumlah kasus menunjukkan bahwa kami sudah mencapai target pemberantasan virus” ujar Direktur Jenderal Kesehatan Selandia Baru, Ashley Bloomfield dilansir BBC World News.

Data terakhir menunjukan bertambahnya hanya satu kasus positif pada Minggu, 26 April 2020 di Selandia Baru.  



Penurunan tingkatan lockdown akan dimulai dengan pembukaan kembali fasilitas kesehatan, kegiatan belajar mengajar, dan beberapa perusahaan nonessential seperti, gym, tempat rekreasi, salon, spa, dan teater.

“Kami mengoperasikan kembali beberapa fasilitas penunjang ekonomi tetapi tidak untuk kehidupan sosial masyarakat”, ingat Ardern.

Meskipun jumlah kasus positif tidak banyak bertambah, warga tetap dituntut untuk menjaga kesehatan dengan tidak berkeliaran di luar rumah dan menghindari adanya kontak fisik dan sosial dengan lingkungan sekitar. 

Apa yang dilakukan Selandia Baru dalam menangani wabah Covid-19?

Seperti dilansir pada National Public Radio News, Ketika negara lain gempar akan adanya Covid-19, Selandia Baru justru berhasil membuktikan sistem pemulihan dan kunci terpenting dari lockdown yang dilakukan di Selandia baru.

“Memberantas bukan hanya mengurangi”, ujar Ardern. Ardern telah menerapkan empati khasnya kepada seluruh penjuru Selandia Baru.

Warganya pun paham bahwa yang terpenting saat ini untuk kita adalah kuatkan diri dan menjadi penurut.  

Pembatasan ketat pada semua fasilitas mempengaruhi jumlah kasus positif Covid-19 yang sedikit di Selandia Baru. Sejak 26 Maret 2020, pemerintah Selandia Baru sudah memulai lockdown tingkat empat untuk seluruh aspek kehidupan.

Dimulai dari menutup akses di perbatasan dan melaksanakan karantina untuk kedatangan baru di Selandia Baru. Selain itu, pemerintah juga menyediakan operasi dan tes Covid-19 besar-besaran. 

“Kami tidak akan tahu bagaimana akibatnya kalau saja tidak dilakukan lockdown seperti ini, mungkin saja akan ada 1000 kasus setiap harinya jika masih banyak fasilitas yang beroperasi”, ungkap Ardern. 

Mulai dari 27 April 2020, Selandia Baru akan menurunkan lockdown yang awalnya tingkat empat menjadi tingkat tiga. Kegiatan yang menimbulkan kerumunan akan tetap dilarang dan protokol untuk berjaga jarak sekitar dua meter tetap diterapkan. 

(fzs)