RI Minim Ventilator, Trump Bantu Jokowi Lawan Covid-19

Presiden Joko Widodo (kanan) berbincang dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di sela-sela KTT G20, di Hamburg, Jerman, Sabtu (8/7) siang waktu setempat. Foto: REUTERS/Wolfgang Rattay

Jakarta, Talamedia.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggelar rapat terbatas soal Laporan Tim Gugus Tugas Covid-19 pada Senin 13 April lalu.

Saat itu Jokowi memberikan arahan khusus soal ramainya keluhan kekurangan APD (Alat Pelindung Diri) bagi tim medis dan ventilator.

“Tolong dicek hal-hal yang berkaitan dengan ventilator, APD, jangan sampai ada yang mengeluh kekurangan,” kata Jokowi di Istana Merdeka saat itu dilansir dari CNBC Indonesia.

“Ini agar supply betul-betul dilihat sehingga tidak ada keluhan di bawah,” imbuhnya.



Kepala Negara juga menyampaikan, pemerintah telah memperbanyak tes PCR (Polymerase Chain Reaction) secara serempak. Saat ini PCR sudah menjangkau 26.500 tes.

“Saya ingin agar paling tidak setiap hari bisa mengetes lebih dari 10.000. Saya sangat menghargai pengadaan 18 alat PCR yang dilakukan Kementerian BUMN. Sehingga dalam sehari satu alat bisa mengecek 500 PR. Kalau bisa 18 maka bisa mengetes 9.000 PCR per hari. Ini sangat baik,” katanya.

Jokowi juga mengingatkan agar seluruh elemen mampu gotong royong saling membantu.


Tak lama berselang, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mencuit jika dirinya baru melakukan perbincangan dengan Jokowi, terutama soal ventitator. Trump yang menyebut Jokowi sebagai teman meminta bantuan ventilator kepadanya.

Hal itu diungkapkan Trump dalam cuitannnya di akun Twitter pribadinya @realDonaldTrump, pada Jumat (24/4/2020). Dalam cuitannya Trump mengatakan pihaknya akan memberikan bantuan tersebut.

“Baru saja berbicara dengan seorang teman, Presiden RI Joko Widodo. Ia meminta ventilator yang tentu akan kami berikan. Kerja sama hebat antara kami,” tulis Trump di akun Twitternya, Jumat (24/4), yang diterbitkan pukul 09.12 waktu setempat.


Pemerintah Indonesia melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 mencatat penambahan jumlah kasus sembuh per Sabtu (25/4) menjadi 1042 setelah ada penambahan sebanyak 40 orang. Sedangkan kasus meninggal menjadi 720 setelah ada penambahan sebanyak 31 orang.

Adapun Provinsi DKI Jakarta masih menjadi wilayah dengan sebaran pasien sembuh terbanyak yakni 334, disusul Jawa Timur sebanyak 133, Jawa Barat 93, Sulawesi Selatan 82, Bali 70, dan wilayah lain di Indonesia sehingga total mencapai 1.042 pasien.

(pal)

Probo Agung Laksono
Reporter