Senat AS setujui dana bantuan COVID-19 senilai US$ 2 triliun

Presiden Trump mengunjungi pusat penelitian vaksin National Institutes of Health di Bethesda. Foto: Doug Mills / The New York Times

Talamaedia.id. – Senat Amerika Serikat pada Rabu (25/3) menyetujui dana sebesar US$ dua triliun (sekitar 32.400 triliun rupiah) untuk membantu para tuna karya dan industri yang terdampak pandemi jenis baru virus corona (COVID-19), serta mengalokasikan miliaran dolar untuk membeli perlengkapan medis.

Meskipun sempat terjadi perdebatan, usulan dana bantuan itu disetujui oleh 96-0 anggota Senat. Akan tetapi, usulan Senat itu masih menunggu persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat AS yang akan mengikuti pemungutan suara minggu ini.

Dilansir dari Reuters, Presiden AS Donald Trump berjanji segera menandatangani usulan itu, supaya menjadi undang-undang. “Saya segera tanda tangan,” kata Trump ke awak media, Rabu.



Perlu diketahui, sejumlah bawahan Trump ikut aktif dalam lobi pengesahan usulan dana bantuan itu.

Sekitar 500 miliar dolar AS dari dana bantuan itu dianggarkan untuk membantu industri yang terdampak pandemi. Sementara uang dengan jumlah yang sama juga dialokasikan untuk bantuan langsung tunai ke jutaan keluarga di Amerika Serikat. Rencananya, tiap kepala keluarga akan menerima 3.000 dolar AS.

Dana bantuan itu kemungkinan akan jadi paket stimulus terbesar yang pernah disahkan Kongres.

Paket stimulus itu menggelontorkan dana tunai ke masyarakat demi meredam dampak pandemi yang telah menewaskan lebih dari 900 jiwa di Amerika Serikat dan menginfeksi sekitar 60.000 orang.

Brookline Avenue, Fenway Park yang tertutup kosong di Boston pada hari Kamis tentang apa yang akan menjadi hari pembukaan di Major League Baseball. Olahraga utama telah ditangguhkan. Foto: Cj Gunther / EPA

WHO telah mengingatkan AS dapat menjadi salah satu pusat penyebaran COVID-19 dunia, selain China dan Italia.

Ajudan utama Trump serta para senator dari Partai Republik dan Partai Demokrat mengumumkan, “mereka menyetujui dana bantuan itu setelah berunding selama lima hari.”

Senat sempat menunda pemungutan suara untuk menyetujui dana bantuan tersebut karena dua kubu terlibat debat. Akan tetapi pemungutan suara tetap berlangsung pada Rabu.

Sejumlah senator Partai Republik mendesak agar beberapa poin dalam usulan itu diubah sehingga para pekerja yang diberhentikan tidak lagi menerima pesangon dari perusahaan. Namun, upaya itu gagal dilakukan tepat sebelum Senat menyetujui dana bantuan tersebut.

(pal)

Probo Agung Laksono
Reporter