Imam Nahrawi dan Istrinya Diperiksa Bersamaan oleh KPK

Mantan Menpora Imam Nahrawi usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Kamis (19/12). Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan

KPK memeriksa eks Menteri Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi sebagai tersangka. Pemeriksaan terhadap Imam dilakukan berbarengan dengan agenda pemanggilan istrinya, Shobibah Rohmah, sebagai saksi.

Pantauan di Gedung KPK, Shobibah memenuhi panggilan KPK sekitar pukul 13.00 WIB, Kamis (19/12).

Hal itu dibenarkan oleh Plh Kabiro Humas KPK, Yuyuk Andriyati.”Sudah datang dan masih riksa,” kata Yuyuk. Shobibah diperiksa untuk tersangka asisten pribadi Imam, Miftahul Ulum.



Sebelum kedatangan Shobibah, Imam sudah terlebih dulu tiba di kantor KPK. Ia tiba sekitar pukul 13.54 WIB. Namun, belum diketahui apakah penyidik mengkonfrontir keduanya atau tidak dalam pemeriksaan.

Imam menyelesaikan pemeriksaan sekitar pukul 15.00 WIB. Ia mengaku datang ke KPK terkait perpanjangan masa penahanannya. Sementara istrinya, hingga saat ini masih diperiksa KPK.

Dilansir dari kumparan.com, Saat ia meninggalkan gedung KPK, Imam terlihat membawa secarik kertas bertuliskan kata-kata yang romantis. Tapi tak diketahui surat itu ditujukan untuk siapa.”Sabar dan tetap bahagia, sayang, Allah bersama kita. Selamat dan sukses pelantikan pimpinan dan dewas KPK. Semoga ada perbaikan besar di KPK,” tulis Imam.

Mantan Menpora Imam Nahrawi usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Kamis (19/12). Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan

“Saya diperpanjang sampai tanggal 20 Januari 2020. Selamat Natal dan Tahun Baru dan selamat atas pelantikan pimpinan dan Dewas KPK yang baru, semoga bisa melaksanakan amanahnya dengan lebih sempurna, lebih baik lagi. Salam untuk semuanya, ya,” kata Imam.

Dalam perkara ini, KPK menetapkan Imam sebagai tersangka bersama Miftahul Ulum. Keduanya dijerat karena diduga menerima suap dan gratifikasi.

Imam diduga menerima suap dana hibah untuk KONI melalui Ulum. Selain itu, Imam diduga menerima gratifikasi terkait jabatannya sebagai Menpora dan Ketua Satlak Prima. Total suap yang diterima mencapai Rp 26,5 miliar.

KPK menduga tiga sumber suap yang diterima Imam bersama Ulum.Pertama, anggaran fasilitas bantuan untuk dukungan administrasi KONI mendukung persiapan Asian Games 2018. Kedua, bantuan anggaran fasilitas bantuan kegiatan KONI Pusat 2018.

Ia dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 12 B atau Pasal 11 UU Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.

Ketiga, bantuan Pemerintah untuk KONI dalam pelaksanaan pengawasan dan pendampingan pada kegiatan peningkatan olahraga nasional. Dalam praktiknya, Ulum diduga kuat berkaitan dengan rasuah yang dilakukan Imam

Dikutip dari CNN Indonesia, Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan dalam pemeriksaan ini, pihaknya mendalami pengetahuan Shohibah terkait hubungan Ulum dengan Imam. Pasalnya KPK mencium telah terjadinya perbuatan yang dilakukan secara bersama-sama.

“Yang bersangkutan [Shohibah] diperiksa untuk tersangka Miftahul Ulum. Jadi, ini untuk asisten Menpora. Yang kami dalami tentu terkait apa yang diketahui saksi tentang tersangka dan hubungan tersangka dengan Menpora,” terang Febri.

(pal)

Probo Agung Laksono
Reporter