Pemilih di Blitar Sepakat Copot Arteria Dahlan


Bandung, Talamedia ID – Sebagai bagian daerah pemilihan 6 (Blitar, Tulungagung dan Kediri) Jatim, dalam Pileg 2019, masyarakat Blitar sepakat PDIP mencopot anggota DPR RI Arteria Dahlan.

Desakan untuk mencopot Arteria Dahlan tersebut, di antaranya disampaikan para dosen dan tenaga pendidik Sekolah Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia (SIL-UI) melalui petisi resmi.

Sebagai warga Blitar yang sekaligus aktivis Komite Rakyat Pemberantas Korupsi (KRPK) Blitar, Moh. Triyanto menilai Arteria memang tidak memiliki tata krama politik yang baik. Gaya komunikasi yang arogan dan kasar Arteria tidak mencerminkan kultur masyarakat Mataraman yang memilihnya. Dan itu memalukan.

Arteria Dahlan mencalonkan diri sebagai DPR RI melalui Dapil 6 (Blitar, Tulungagung dan Kediri) Jatim. Untuk yang kedua kalinya politisi PDIP itu lolos ke Senayan.



Menurut Triyanto, selain kasar dan arogan, cara berfikir serta sikap Arteria Dahlan ditengarai tidak mewakili suara masyarakat dapil 6. Dicontohkan polemik revisi UU KPK.

Kengototan Arteria merevisi UU KPK, kata Triyanto tidak berbanding lurus dengan aspirasi masyarakat di dapil, khususnya Blitar. Sebagai wakil rakyat Arteria terlihat hanya mengedepankan aspirasi partainya.

“Kengototannya soal revisi UU KPK tidak berbanding lurus dengan mayoritas suara di dapilnya,” tegas Triyanto dilansir dari Jatim Sindonews.

Hadir di acara Mata Najwa dalam tajuk ‘Ragu-ragu Perppu’, Arteria Dahlan bersama beberapa narasumber seperti Emil Salim dan Pakar Hukum Tata Negara Feri Amsari membahas mengenai RUU KPK.

Arteria Dahlan tampil begitu berapi-api saat pembahasan tersebut didepan Emil Salim dan Feri Amsari.

Bahkan, Arteria Dahlan sempat terlibat debat sengit dengan Prof. Emil Salim.



Jakarta, CNN Indonesia — Akun Universitas Indonesia (UI) membuka lembar petisi di change.org menuntut permintaan maaf secara terbuka, lisan dan tulisan kepada anggota DPR fraksi PDIP, Arteria Dahlan, Sabtu (12/10).

Penuntutan permohonan maaf dibuat menyusul tindakan Arteria yang dinilai mencederai martabat seorang guru besar Profesor Emil Salim dalam acara diskusi Mata Najwa, beberapa waktu lalu.

Dilansir CNNIndonesia.com, Sabtu (12/10), pukul 14.00 WIB, petisi telah ditanda tangani lebih dari 11 ribu orang.

Sebelumnya, tuntutan permintaan maaf juga disampaikan lembaga yang mengatasnamakan Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia (Himpasiling UI). Mereka menilai anggota DPR Dapil 6 Jawa Timur itu bertindak kasar, tak beretika, dan tanpa berbudi pekerti luhur.

“Meminta maaf atau kami minta PDIP untuk melakukan PAW (pergantian antarwaktu) terhadap Arteria,” tulis pernyataan Himpasiling UI, dalam keterangan pers yang diterima CNNIndonesia.com, Kamis (10/10).

Dilansir dari news.detik.com, Partai Golkar enggan berkomentar banyak soal sikap anggota DPR dari Fraksi PDIP Arteria Dahlan yang tampaknya tak mau meminta maaf ke Emil Salim. Golkar menyebut biar masyarakat yang menilai sikap dari Arteria itu.

“Biarlah masyarakat yang menilai. Masyarakat punya pandangan atas sikap dan perilaku kita masing-masing,” singkat Ketua DPP Golkar Ace Hasan Syadzily kepada wartawan, Jumat (11/10/2019).

(pal)

Probo Agung Laksono
Reporter