Prabowo Siap Jadi Menteri Pertahanan?


Jakarta, Talamedia — Santer terterdengar kabar tentang pihak Jokowi-Ma’ruf yang menawarkan posisi menteri untuk Prabowo. Prabowo pun dikatakan akan menyetujuinya.

“Pak Prabowo sudah setuju kalau menteri pertahanan,” kata elit Gerindra, seperti dilaporkan Merdeka. Tidak disebutkan siapa elite Gerinda yang dimaksud.

Eilte Gerinda itu menambahkan bahwa awalnya Jokowi menawarkan posisi untuk sektor pertanian dan kepala badan koordinasi penanaman modal (BKPM). Tawaran ini dinilai Jokowi sesuai dengan Gerindra dan Prabowo sendiri yang selama ini fokus pada kedaulatan pangan dan ekonomi kerakyatan.



Kabarnya, tiga kursi telah disiapkan untuk Gerindra. Khusus untuk Prabowo, Jokowi berharap dia bersedia menjabat Dewan Pertimbangan Presiden (wantimpres). Namun, Gerindra tidak berminat dengan tawaran tersebut. Posisi Watimpres dinilai bukan posisi yang kurang strategis untuk Prabowo.

“Watimpres itu tugasnya hanya menasihati presiden. Belum tentu juga nasihatnya diterima oleh presiden,” ujar sumber yang juga dekat dengan Prabowo.

Maka, dikatakan bahwa posisi yang lebih cocok dan menarik minat Prabowo adalah Menteri Pertahanan. Alasannya jelas, itu bidang yang Probowo kuasai. Probowo selama ini memiliki perhatian besar pada bidang pertahanan.

Gerindra, Menampik Rumor

Sufmi Dasco Ahmad, Wakil Ketua Umum Gerindra, merasa heran dengan kabar yang sudah beredar luas tersebut. Menurutnya, Prabowo sendiri telah mengonfirmasi bahwa tidak pernah ada tawaran untuk jabatan tersebut.

“Saya agak heran aja kemudian ya berita itu kemudian beredar. Sumbernya dari mana saya nggak tahu,” ujarnya, kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (8/10), seperti dikutip dari Detik.

Tidak hanya kursi menhan, Dasco lanjut membantah, menurutnya Gerindra tidak pernah meminta jatah kursi untuk Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan.

“Nggak ada, nggak ada. Jadi kalau ada berita-berita seperti itu saya klarifikasi bahwa tidak ada pembicaraan mengenai menteri pertahanan atau menko polhukam. Baik ditawarkan atau meminta,” tegasnya.

Jika ini Tugas Negara, Ini Cara untuk Menyicil Utang Kampanye

Sebelumnya, kabar tentang tiga nama elite yang Gerindra tawarkan untuk masuk dalam jajaran kabinet Jokowi-Ma’ruf sudah beredar. Nama-nama yang mencuat, yaitu Sandiaga Uno, Fadli Zon, dan Edhy Prabowo.

Sekjen Gerindra, Ahmad Muzani, memberi penjelasan terkait hal itu di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin kemarin (7/10).

“Begini memang ada pembicaraan antara orang yang meminta presiden berkomunikasi dengan kita untuk membicarakan tentang kemungkinan kita bisa berkoalisi atau kemungkinan kita bisa masuk dalam pemerintahan,” tukasnya.

Ia menambahkan, selaku Ketua Dewan Pembina dan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo belum mengambil keputusan untuk merapat berkoalisi atau berdiri sebagai oposisi.

Menurutnya, Prabowo merasa bahwa mereka, pihak Gerindra, adalah kekuatan parpol yang justru berseberangan dengan pihak Jokowi atau menjadi kompetitor saat pilpres lalu.

“Sehingga beliau (Prabowo) terhadap tawaran itu berpikir kalau sampai iya, kalau benar bahwa ini adalah panggilan negara, tugas negara, maka beliau memikirkan bahwa panggilan dan tugas negara tersebut dimaknai sebagai sebuah cara kita untuk menyicil membayar utang kampanye,” pungkasnya.

(muh/muh)