Vladimir Putin: Rusia Bantu Italia Lawan Corona

Presiden Rusia Vladimir Putin melakukan gerakan saat mengetuai pertemuan dengan pemerintahan di kediaman resmi Novo-Ogaryovo luar Moskow. Foto : Alexei Druzhinin /ANTARA FOTO via REUTERS

Bandung, Talamedia.id – Sejak Kamis lalu, Italia menjadi negara dengan jumlah kematian terbanyak akibat virus corona, lebih banyak jumlahnya dari Cina. Hampir 5 ribu korban tercatat meninggal dan puluhan ribu lainnya positif corona.

Dilansir dari antaranews.com, Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan dukungannya kepada para pemimpin dan orang-orang Italia dalam situasi sulit yang sedang mereka hadapi ini. Ia juga turut mengirimkan bantuan kepada negara itu. Melalui Kementerian Pertahanan Rusia, Vladimir Putin memerintahkan militernya untuk terbang ke Italia dan membantu melawan virus corona.

Sembilan pesawat militer raksasa II-76 mulai lepas landas dari Moskow, pada Minggu (22/3). Dalam keberangkatan ini, Rusia kirimkan unit berbasis truk yang dapat mendisinfeksi kendaraan, gedung, dan ruang publik. Ada juga spesialis medis militer terkemuka Rusia yang berpengalaman dalam memerangi wabah flu babi di Afrika.



Mereka juga telah mengembangkan vaksin melawan Ebola. Tim ini akan dikirim ke wilayah Italia yang paling parah dampaknya. Selain itu, dalam bantuan ini juga mengangkut delapan brigade medis, ahli epidemiologi dan virus, serta 100 personel lainnya.

Dalam pesawat-pesawat dan truk-truk yang hendak dimuat dalam pesawat raksasa itu, terdapat stiker raksasa berbentuk hati dengan bendera Rusia dan Italia yang juga saling bersebelahan. Terdapat juga tulisan slogan “From Russia with Love” dalam bahasa Rusia dan Italia. Pesawat-pesawat ini menuju pangkalan udara militer Pratica di Mare, tepatnya 30 kilometer barat daya Roma.

Putin Kerahkan Militer Bantu di Italia

Vladimir Putin kerahkan militernya untuk bantu lawan corona di Italia. Foto: kumparan.com

Sehari sebelumnya, Vladimir Putin telah bicara dengan Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte untuk menawarkan bantuan dan dukungannya kepada Italia yang menjadi negara terparah di Eropa yang terpapar virus corona. Hingga akhirnya masing-masing menteri pertahanan kedua negara ini mencapai kata sepakat.

Dalam beberapa tahun belakangan, Moskow telah berusaha membangun hubungan akrab dengan NATO dan anggota Uni Eropa, Italia. Moskow meminta agar Roma dapat membantunya untuk membujuk Uni Eropa terkait sanksi aneksasi Rusia atas Ukraina dari Krimea pada 2014. Rusia berharap agar sanksi yang ditetapkan bisa dicabut, meskipun sanksi itu juga tetap ada.

(nrl/pal)