5 Syarat Sah Puasa Ramadhan yang Harus Diketahui

Ilustrasi bulan Ramadhan. Foto: Shutterstock

Jakarta, Talamedia.id – Agar berjalan lancar, umat Muslim perlu memahami apa saja syarat sah puasa di bulan Ramadhan. Syarat tersebut harus dipenuhi agar amalan puasanya dapat diterima oleh Allah SWT.

Syarat sah puasa menjadi sesuatu yang harus dipenuhi seluruhnya. Jika tidak, puasa dengan menahan haus dan lapar selama lebih dari 12 jam akan menjadi sesuatu yang sia-sia. Untuk memahaminya, simak ulasan syarat sah puasa di bulan Ramadhan berdasarkan hukum Islam berikut ini.



Beragama Islam

Syarat sah utama untuk dapat menjalankan ibadah puasa adalah beragama Islam. Itu karena puasa termasuk ke dalam bagian rukun islam. Bahkan, hadits Imam Turmudzi dan Imam Muslim meriwayatkan sabda Rasulullah SAW yang berbunyi:

“Islam didirikan dengan lima hal, yaitu persaksian tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya, didirikannya shalat, dikeluarkannya zakat, dikerjakannya Haji di Baitullah (Kakbah), dan dikerjakannya puasa di bulan Ramadhan.”

Usia Baligh


Baligh dalam bahasa Arab memiliki arti sampai. Maka dari itu, dapat dikatakan bahwa baligh menunjukkan jika usia seseorang telah memasuki kategori dewasa.

Seseorang dapat dikatakan baligh menurut ajaran Islam jika telah memahami serta mampu membedakan mana yang baik dan buruk, sudah mengalami mimpi basah atau keluarnya air mani bagi laki-laki, dan mengalami menstruasi (haid) bagi perempuan.

Sedangkan untuk anak-anak antara usia 5-11 tahun memiliki sifat mumayyiz di mana mereka sudah dapat membedakan baik dan buruk. Namun, mereka belum diwajibkan untuk berpuasa karena belum baligh.

Berakal Sehat

Syarat sah lainnya adalah harus berakal sehat dan tidak gila. Dalam hal ini, ‘gila’ dapat diartikan cacat mental maupun mabuk. Golongan orang seperti ini tidak diwajibkan untuk mengganti puasa Ramadhan yang ditinggalkan seperti yang ditulis dalam Hadist Riwayat Abu Daud dan Ahmad.

“Tiga golongan yang tidak terkena hukum syari: orang yang tidur sampai ia terbangun, orang yang gila sampai ia sembuh, dan anak-anak sampai ia baligh.”

Mampu dan Kuat Berpuasa

Seseorang yang dalam keadaan sehat sehingga mampu dan kuat menahan diri, wajib untuk menunaikan ibadah puasa. Apabila tidak mengerjakannya, orang tersebut wajib hukumnya untuk mengganti puasa pada hari lain di luar bulan Ramadan atau dengan membayar fidyah (berlaku khusus untuk beberapa golongan saja).

Dalam Keadaan Suci

Syarat sah lainnya adalah dalam keadaan yang suci, terutama bagi perempuan. Bila seorang perempuan sedang haid atau nifas, wajib hukumnya mengmgqadha’ puasanya pada hari lain.

Probo Agung Laksono
Reporter