#BupatiKlatenMemalukan Klarifikasi Bupati Sri Mulyani

Foto Bupati Klaten Sri Mulyani tertempel di hand sanitizer bantuan dari Kemensos. Foto: Ist

Jakarta, Talamedia.id – Bupati Klaten, Sri Mulyani, mendadak jadi sosok terpopuler di di linimasa Twitter, Senin (26/4).

Viralnya sosok Sri Mulyani karena foto hand sanitizer bantuan dari Kementerian Sosial (Kemensos) untuk penanggulangan virus corona (Covid-19) berstiker gambar wajahnya.

Tagar #BupatiKlatenMemalukan pun bergema di Twitter, hingga menjadi trending topic.

Netizen beramai-ramai menyindir Sri Mulyani sebagai pejabat yang penuh pencitraan.

Setelah viral di medsos, Sri Mulyani akhirnya memberikan klarifikasi terkait foto di hand sanitizer tersebut.



Dia mengakui, ada kekeliruan di lapangan terkait penempelan stiker tersebut di hand sanitizer.

“Sudah saya klarifikasi. Ada kekeliruan di lapangan (dalam penempelan stiker),” kata Sri Mulyani kepada wartawan dilansir tribun, Senin (27/4).

Sri Mulyani mengatakan, bantuan hand sanitizer dari Kemensos yang diterima hanya sekitar 1.000 botol.

Sedang pengadaan hand sanitizer tersebut ada puluhan ribu botol.

“Di lapangan mungkin ditempelin semua. Kejadiannya seperti itu,” terang dia.

“Dari Kemensos itu terbatas sekali. Yang dari Kemensos sangat terbatas sekali. Tidak banyak. Justru yang banyak itu dari kami (Pemkab Klaten),” ungkapnya.

Sri Mulyani juga menyebutkan, ada beberapa hand sanitizer berstiker gambar wajahnya dibagikan kepada internal PDI-P, yakni untuk pengurus anak cabang (PAC) di 26 kecamatan.

“Ada beberapa (yang dibagikan), karena itu hanya 26 kecamatan saja. Untuk PAC,” tandas dia.

Seperti diketahui, hand sanitizer bantuan sosial Covid-19 berstiker gambar Bupati Klaten tersebut viral di media sosial Twitter.

Sperti dituliskan di akun Twitter @mahasiswaYUJINEM dengan nama pengguna Warga Klaten.

“Bupati Klaten seharusnya malu. Semalam kita diramaikan oleh beredarnya foto hand sanitizer berstiker ‘Bantuan Bupati Klaten’ dan ketika stikernya dilepas ternyata itu bantuan dari Kemensos? Lalu bagaimana pengadaan anggaran hand sanitizer oleh Pemda?,” tulis akun tersebut.

Selain itu, ada yang mempertanyakan keikhlasan pemberian bantuan itu.

Padahal, bantuan itu menggunakan anggaran pemerintah yang notabene bersumber dari rakyat.

“Ya Alloh buu buu. Kalo mau bantu ya bantu ajaaa ga usah pake promosi kalo lo yang ngasih sgalaaaCold face. Ikhlas y ikhlas aja, toh itu semw dari uang rakyat bukan uang ibuFace with tears of joyFace with tears of joy lawak lawak,” tulis @SamudraVenus.

Ada pula netizen yang memberikan sindiran menohok dengan membandingkan kota-kota yang ada di Indonesia.

“Bogor: Kota Hujan, Bandung: Kota Kembang, Surabaya: Kota Pahlawan, Jogja: Kota Pelajar
Klaten: Kota SERIBU FOTO BUPATI,” tulis @romdoni_e36.

Netizen lainnya pun membongkar kebiasaan Bupati Klaten yang gencar pencitraan melalui bantuan pemerintah kepada masyarakat.

“Sudah beberapa kali Bupati Klaten memanfaatkan kesempatan untuk membranding dirinya sendiri. Seperti di masker dan plastik sembako. Semalam juga ada hand sanitizer KEMENSOS yang ditutupi sticker Bupati Klaten,” kicau @wnfrr.


“Pengalaman pribadi , naik bus lewat klaten , dimana2 ada spanduk muka dia , sampe kaget dan heran , ni orang narsis banget Rolling on the floor laughing,” tulis @nocturnalinside.

“Maba 2020 di sebuah universitas :
A : Halooo, dari mana kamu?
B : Dari jogja nih
A : Enak dong, bisa wisata terus
A : Kalo kamu?
C : Dari Klaten
A + B : Oh yang bupatinya nempelin foto dimana-mana itu yaa,” sindir netizen dengan akun @_rizdika.

Mantan pimpinan KPK, Laode M Syarif pun turut menge-tweet cuitan tentang Sri Mulyani tersebut.

Laode mengatakan bahwa jika terbukti benar adanya, itu adalah salah satu trik kampanye di tengah mewabahnya pandemi Covid-19.

“Jika gambar ini betul: Ini CONTOH yg mengambil KESEMPATAN KAMPANYE di tengah WABAH COVID-19. Contoh CONFLICT OF INTEREST akut & bupati TANPA RASA MALU. BANTUAN @KemensosRI DITEMPELI PHOTO DIRI SENDIRI,” tulis Laode di akun Twitternya.


Tak hanya itu, rupanya ada salah satu akun Twitter yang melapor kepada Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Akun Twitter @lulumleliana meminta Ganjar Pranowo memberi tindakan tegas terhadap Sri Mulyani.

“Pangapunten nggih, Pak (Maaf ya, Pak). Monggo (silakan) ditegur ataupun diberi tindakan agar beliau tidak menggunakan kesempatan kampanye dalam kesempitan,” tulis akun @lulumleliana.

Melihat hal ini Ganjar Pranowo sontak memberikan tanggapan.

Dengan tegas Ganjar mengatakan bahwa dirinya akan segera memberikan peringatan kepada Sri Mulyani.

“Injih (iya), sy kasih peringatan! cc @YaniSunarno,” tulis Ganjar Pranowo.

Balasan Ganjar ini sontak langsung mendapatkan berbagai komentar dari warganet.

“Jangan cm di sosmed nggih pak,” tulis akun @tirtosingodime1.

(yss)