Fakta Patung Klenteng Tuban yang Tiba-tiba Ambruk

Foto: Istimewa/5 Fakta Patung Klenteng Tuban yang Tiba tiba Ambruk

Jakarta, Talamedia.id – Sebuah patung berbentuk Dewa Khong Co Kwan Sing Tee Koen ambruk pada Kamis (16/4/2020). Hingga kini belum diketahui penyebab runtuhnya patung yang terletak di bagian belakang Klenteng Kwan Sing Bio Tuban, Jawa Timur.

Menurut warga sekitar bernama Jaman, patung tersebut ambruk dalam sekejap. Sebelumnya, ia mendengar suara yang sangat keras yang berasal dari patung tersebut.

“Patungnya kan terlihat dari sini karena letaknya di belakang klenteng. Runtuhnya cepat, hitungan detik,” terang dia kepada detikcom, Kamis (16/4/2020).



1. Terbesar di Asia Tenggara

Patung Klenteng Tuban ini merupakan yang terbesar di Asia Tenggara karena memiliki tinggi mencapai 30,4 meter dengan diameter 5 meter. Maka dari itu, di tahun 2017 patung ini mendapatkan rekor MURI.

Proses pengerjaan patung memakan waktu hingga satu tahun lamanya. Serta dikerjakan oleh Insinyur Djuli Kurniawan dan anak pematung Hadi Purnomo serta melibatkan 50 tukang bangunan.

2. Memakan Dana hingga Rp 1,5 M

Dana yang dihabiskan dalam proses pembangunan patung ini mencapai Rp 1,5 miliar. Uang tersebut berasal dari donasi orang yang berasal dari Surabaya bernama Hindarto dan Lie Suk Chen.


3. Tujuan Dibangun

Ketua Penilik Klenteng Kwan Sing Bio, Alim Sugiantoro mengatakan tujuan awal pembangunan patung ini untuk menjadi daya tarik wisata di kota Tuban. Sebab, patung Khong Co Kwan Sing Tee Koen ini melambangkan sosok dewa perang.

4. Masalah IMB

Dalam wawancara bersama detikcom 2 tahun lalu, Alim mengaku patung ini sempat bermasalah dengan Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Maka dari itu, patung dewa perang ditutup dengan kain berwarna putih.

5. Ambruk Tiba-tiba

Detik-detik patung Klenteng Tuban ambruk tengah diselidiki oleh pihak kepolisian. Lokasi kejadian pun langsung diberi garis polisi agar tidak ada yang bisa masuk.

“Kami akan kumpulkan keterangan secepatnya, supaya bisa segera diketahui penyebab runtuhnya patung ini,” terang Kapolres Tuban AKBP Ruruh Wicaksono.

(pal)