Petisi Limbah Lakardowo: Desak KLHK Relokasi B3


Jawa Timur, Talamedia.id — Sebuah petisi yang mendesak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk segera merelokasi limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) batu bara yang dibuang PT PRIA di desa Lakardowo, Jawa Timur, mencuat di laman-laman media sosial.

Petisi yang dimulai dua minggu lalu oleh dokumenteris Linda Nursanti ini, berdasarkan pantauan Talamedia Jumat (8/11/2109) pukul 13.51 WIB, telah ditandatangani oleh 2.036 orang.

Dalam petisinya, Linda berupaya menunjukan bagaimana limbah B3 batu bara yang dibuang oleh PT PRIA itu telah mencemari tanah dan air desa Lakardowo. Pencemaran tersebut telah menyebabkan gangguan kesehatan serius bagi warga setempat.

“Beberapa waktu lalu saya menengok April, bocah 10 tahun yang jadi korban pencemaran limbah. Saya nggak tega banget waktu lihat luka melepuh di sekujur tubuhnya. April nggak berhenti nangis sambil menggaruk bagian tubuhnya yang gatal.

Orangtuanya hanya bisa memberi obat gatal yang terus diminumkan ke April untuk kurangi gatalnya. April bukan satu-satunya korban. Lebih dari separuh warga di Lakardowo Mojokerto harus menderita luka dan gatal-gatal. Mayoritas bayi dan anak-anak,” terang Linda, dikutip dari keterangan tertulis petisi.

Namun, sayangnya KLHK selama ini dianggap kurang mendengar penderitaan warga Lakardowo. Karenanya, Linda, sutradara film dokumenter “Lakardowo Mencari Keadilan” ini tergerak untuk membuat petisi tersebut agar protes dan penderitaan warga Lakardowo akibat cemaran limbah B3 batu bara buangan PT PRIA bisa lebih didengar oleh KLHK.

“Selama ini suara warga Lakardowo mungkin kurang didengar karena jumlah mereka sedikit.

Kalau kita bisa mengumpulkan dukungan 100 ribu orang lewat petisi ini, saya yakin Bu Menteri KLHK Siti Nurbaya pasti mau dengerin. Saya mohon dukungannya agar April dan anak-anak Lakardowo lainnya bisa bebas dari penyakit kulit akibat limbah,” tutur Linda.

Linda berharap petisinya ditandatangani oleh 100 ribu orang untuk menunjukan bahwa banyak masyarakat yang resah atas pencemaran lingkungan akibat buangan limbah B3 PT PRIA yang mengancam hidup warga desa Lakardowo.

Berkaitan dengan hal tersebut, sutradara film dokumenter “Sexy Killers”, Dandhy Laksono, melalui cuitannya di Twitter pada Kamis kemarin (7/11), pukul 06.38 WIB, ikut menyerukan penandatanganan petisi tersebut. Sampai sekarang, cuitan Dandhy telah dicuit ulang oleh 3.584 akun.

Kisruh limbah B3 di desa Lakardowo bukanlah isu baru. Menurut catatan Geotimes, warga Lakardowo telah dipaksa akrab hidup dengan limbah selama hampir 8 tahun.

Warga tentu tak diam. Serangkaian aksi telah diturunjalankan. Sutamah, seorang ibu, petani, sekaligus Ketua Gerakan Wanita Lakardowo, menjadi salah seorang yang kerap memimpin perlawanan warga desa.

Mulai dari level Kapubaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur, hingga Pemerintah Pusat telah dituntut untuk ikut bertanggung jawab. Namun, harapan warga untuk bisa hidup layak di lingkungan yang sehat tanpa limbah tampak masih jauh panggang dari api. Hingga kini, warga desa Lakardowo dipaksa hidup berkawan racun.

(muh/muh)