Tegal Terapkan Lockdown Untuk 4 Bulan Ke Depan

Tegal Lockdown. Foto: ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah

Bandung, Talamedia.id – Pemerintah Kota Tegal memutuskan untuk menutup total akses ke wilayahnya (lockdown) selama empat bulan ke depan. Lockdown dimulai dari tanggal 30 Maret – 30 Juli 2020.

Melansir CNN, Diterapkannya lockdown dengan memblokade 49 titik akses jalan protokol dalam kota dan penghubung jalan antarkampung. Blokade dilakukan sejak pemkot memutuskan karantina lokal (local lockdown) untuk mencegah penyebaran covid-19.

Blokade dilakukan dengan merintangi jalan menggunakan beton jenis movable concrete barrier (MBC). Dibalik penerapan lockdown di Tegal, ada beberapa fakta yang mesti diketahui. Berikut faktanya seperti dikutip dari Detik.com



1. Alasan menerapkan local lockdown

Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono mengatakan, alasannya mengambil kebijakan kontroversial berupa local lockdown tersebut karena ditemukan salah satu warganya yang dinyatakan positif terinfeksi covid-19. Karena temuan kasus tersebut, menurutnya Kota Tegal saat ini sudah masuk zona merah darurat covid-19.

“Keputusan ini dilematis, namun warga harus bisa memahami, karena ini untuk kebaikan kita semua,” kata Dedy, Rabu (25/3/2020) malam.

2. Blokade menggunakan beton

Dedy mengatakan, kebijakan local lockdown¬† tersebut akan resmi diberlakukan mulai 30 Maret hingga 30 Juli 2020. Dengan adanya kebijakan itu, akses masuk menuju Kota Bahari itu tidak lagi akan ditutup menggunakan water barrier seperti yang diterapkan di sejumlah titik sebelumnya. Melainkan, akan ditutup dengan menggunakan MBC.”Termasuk seluruh wilayah perbatasan akan kita tutup, tidak pakai water barrier namun MBC beton. Yang dibuka hanya jalan provinsi dan jalan nasional,” kata Dedy.

Tak hanya pemblokiran jalan, pemadaman lampu pada ruas jalan protokol seluruh kota di malam hari juga akan diberlakukan selama kebijakan itu dijalankan.

3. Menyiapkan bantuan kepada masyarakat miskin

Dedy menyadari bahwa kebijakan yang diambil tersebut akan menimbulkan pro dan kontra di tengah masyarakat. Khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah seperti pedagang.
Meski demikian, pihaknya berharap masyarakat dapat memahami kebijakan tersebut.

“Warga harus bisa memahami kebijakan yang saya ambil. Kalau saya bisa memilih, lebih baik saya dibenci warga daripada maut menjemput mereka,” katanya.

Sementara untuk membantu mencukupi kebutuhan masyarakat berpenghasilan rendah selama kebijakan itu diterapkan, ia mengaku sudah menyiapkan skema bantuan sosial.

“Saya pribadi termasuk seluruh anggota legislatif agar bersama-sama dengan kesadaran untuk inisiatif secara pribadi membantu mengumpulkan dana,” kata Dedy.

Sementara hingga Kamis (26/3/2020) Dinas Kesehatan Kota Tegal mencatat ada 41 Orang Dalam Pemantauan (ODP), 13 Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang dirawat di rumah sakit Kota Tegal, 1 orang PDP meninggal dunia, dan 1 positif Covid-19.
(Rtp)