Upayakan Social Distancing, KAI Minta Penumpang Berjarak 1 Meter

Kereta Api Jarak Jauh. Foto : Agus Santoso (pixabay.com)

Bandung, Talamedia.id – Sejak Minggu (17/3), Presiden Joko Widodo saat konferensi pers di Istana Bogor mengimbau masyarakat agar melakukan social distancing. “Saatnya kita kerja dari rumah, belajar dari rumah, ibadah di rumah,” ujarnya. Namun, tidak semua pihak bisa melakukan segala hal di rumah.

Untuk mengantisipasinya, ada beberapa cara untuk mencegah penyebaran virus corona di berbagai tempat umum. Pemberian tanda garis dengan jarak di antrian supermarket, restoran, dan tempat perbelanjaan lainnya. Selain itu, telah banyak pula lift di berbagai gedung yang memberi tanda kotak untuk pembagian berdiri bagi para penggunanya.

Tidak terkecuali dengan transportasi umum, seperti beberapa yang membatasi jumlah penumpang di setiap gerbongnya dan penyemprotan desinfektan secara rutin. Hal ini juga dilakukan oleh PT KAI yang telah menerapkan social distancing di area stasiun berupa tanda batas di beberapa titik, seperti loket, boarding, mesin cetak tiket, dan tempat duduk ruang tunggu. Penumpang juga diberi jarak dengan penumpang lainnya sekitar satu meter.



Baru-baru ini, PT KAI menerapkan pembatasan jarak antar penumpang selama di dalam kereta api. Dengan pembatasan ini, kapasitas kereta api lokal secara sistem dari kapasitas maksimum 150% dalam satu kali perjalanan menjadi maksimum 75%. Sedangkan penumpang perjalanan jarak jauh, dapat pindah ke kursi kosong dengan memintanya kepada kondektur.

Social distancing dalam pemaksimalannya di PT KAI juga dilakukan saat proses boarding. Penumpang cukup menunjukkan identitas diri dan boarding pas, tanpa perlu menyerahkannya kepada petugas. Jika identitas penumpang dan boarding pas sesuai, dapat langsung melakukan scan barcode secara mandiri yang juga diperhatikan oleh petugas boarding.

“Untuk kelancaran dan hasil dari social distancing yang maksimal, penumpang diminta mengantre dengan tertib dan mengikuti seluruh arahan dari petugas. Kami memohon kerjasama dari seluruh penumpang. Kebijakan ini akan berjalan efektif dengan dukungan dari seluruh pihak,” ujar Manajer Humas PT KAI Daop 2 Noxy Citrea.

(nrh/muh)