Digitalisasi Museum Gedung Sate Bandung

Tampak bagian dalam Museum Gedung Sate Bandung yang sudah bernuansa modern (fresh.suakaonline.com/Nurul Fajri)

Bandung, Talamedia.id- Tahun 2019 akan segera usai, dan tahun 2020 akan segera kita jelang. Untuk menikmati pergantian tahun ini, apakah kalian sudah menyiapkan daftar tempat wisata untuk dikunjungi?

Kalau belum, museum di Bandung ini wajib masuk dalam daftar kalian.

Museum selalu diidentikan dengan hal-hal kuno, barang-barang bersejarah, atau tumpukan dokumen-dokumen yang berdebu. Alhasil, museum jadi tempat yang enggan untuk dikunjungi ketika liburan, apalagi bagi kaum milenial, mungkin museum tidak menarik sama sekali.



Tetapi, kini kalian bisa mengunjungi museum yang sudah bernuansa modern. Dengan tampilan yang nyaman, informasi yang sudah didigitalisasi, dan proyektor yang memudahkan mencari informasi.

Museum Gedung Sate sendiri Beralamat di Jl. Diponegoro No.22, Citarum, Kec. Bandung Wetan, Kota Bandung, Jawa Barat.

Museum Gedung Sate ini buka dari pukul 08.00-16.00 WIB, pada hari Selasa hingga Minggu. Museum Tutup pada hari Senin.

Museum Gedung Sate yang bertemakan digitalisasi ini, menawarkan berbagai informasi melalui tablet. Pada awal pertama masuk, pengunjung akan di sajikan dengan arsitektur Gedung sate.


Replika Museum Gedung Sate yang terletak di dalam Museum Gedung Sate Bandung (tribunjabar/Putri Puspita)

Lanjut ke ruang tengah, ada yang hal yang menarik dari museum ini, yakni, citra pemindaian 3D. Di sini, pengunjung akan disuguhkan cara pembuatan gedung sate secara tiga dimensi.

Di bagian ruang tengah juga terdapat tembok yang sengaja di lubangi. Gunanya agar pengunjung tahu bahan apa saja yang ada di dalam bangunan Gedung Sate.

Selanjutnya kita berjalan ke ruangan Augmented Reality. Ruangan ini di design khusus untuk pengunjung yang ingin merasakan seolah-olah kita terlibat dalam pengerjaan pembangunan Gedung Sate. Dengan menggunakan aplikasi khusus.

Lanjut keruangan Virtual Reality, di sini pengunjung akan disuguhkan dengan tempat khusus seperti balon udara.

Kemudian, kita diwajibkan untuk memakai Virtual Reality agar terasa seperti sedang menaiki balon udara dan melihat keindahan Gedung Sate dari ketinggian. Di sana pun kita akan melihat sekitar Gedung Sate di masa depan.

Selama dari pintu masuk hingga keluar, kita di suguhkan dengan berbagai video mapping yang di pantulkan di tembok ataupun tempat khusus untuk memantulkan gambar dari proyektor, yang membuat museum ini menjadi semakin menarik.

Nah, bagaimana? Menarik sekali bukan untuk berkunjung ke Museum Gedung Sate yang terletak di Bandung ini.

Ikbal Tawakal
Reporter