Mengenal Google Classroom: Fungsi dan Caranya

Siswi SD belajar menggunakan sistem daring (online) di Jakarta Timur, Kamis (19/3/2020). Foto: Fakhri Hermansyah/aww/ANTARA FOTO.

Talamedia.id – Pemerintah melalui Kemendikbud menyebut Google Classroom sebagai salah satu platform pembelajaran daring terkait imbauan belajar dari rumah demi mencegah pandemi virus corona COVID-19 di Indonesia.

Dilansir dari tirto.id, “Beberapa pihak yang fokus mengembangkan sistem pendidikan secara daring antara lain Google Indonesia, Kelas Pintar, Microsoft, Quipper, Ruangguru, Sekolahmu, dan Zenius,” pernyataan Kemendikbud pada 16 Maret 2020 lalu.

Google Classroom adalah bagian dari G Suite for Education yang juga hadir dalam versi aplikasi seluler. Untuk menggunakannya, pengajar dan murid wajib memiliki akun Google agar saling terhubung.Selain itu, lantaran bagian dari G Suite, Google Classroom terikat bersama Drive, Calender, Form, Jamboard, Hangouts Meet, Docs, Sheets, Slide, termasuk Gmail. Artinya, layanan-layanan itu dapat dimanfaatkan dalam proses pembelajaran.

Google Classroom memungkinkan kegiatan belajar mengajar menjadi lebih produktif dan bermakna dengan menyederhanakan tugas, meningkatkan kolaborasi, dan membina komunikasi. Pengajar dapat membuat kelas, memberikan tugas, mengirim masukan, dan melihat semuanya di satu tempat.



Sekolah dan lembaga nonprofit mendapatkan Google Classroom sebagai layanan inti G Suite for Education dan G Suite for Nonprofits secara gratis. Setiap orang yang memiliki akun Google pribadi juga dapat menggunakan Classroom secara gratis.

Untuk organisasi, Google Classroom adalah layanan tambahan dalam produk G Suite seperti G Suite Enterprise atau G Suite Business.

Fitur Google

Classroom Google Classroom dapat disiapkan dengan mudah. Pengajar dapat menyiapkan kelas dan mengundang siswa serta asisten pengajar. Di halaman Tugas Kelas, mereka dapat berbagi informasi—tugas, pertanyaan, dan materi.

Dengan Google Classroom, pengajar dapat menghemat waktu dan kertas. Mereka dapat membuat kelas, memberikan tugas, berkomunikasi, dan melakukan pengelolaan, semuanya di satu tempat.

Google Classroom juga menawarkan pengelolaan yang lebih baik. Siswa dapat melihat tugas di halaman Tugas, di aliran kelas, atau di kalender kelas. Semua materi kelas otomatis disimpan dalam folder Google Drive. Selain itu, Google Classroom memungkinkan alur komunikasi antara pengajar dengan murid atau antar-murid lebih efektif.

Pengajar dapat membuat tugas, mengirim pengumuman, dan memulai diskusi kelas secara langsung. Siswa dapat berbagi materi antara satu sama lain dan berinteraksi dalam aliran kelas atau melalui email. Pengajar juga dapat melihat dengan cepat siapa saja yang sudah dan belum menyelesaikan tugas, serta langsung memberikan nilai dan masukan real-time.



Yang tak kalah penting, Google Classroom terjangkau dan aman yang disediakan gratis untuk sekolah, lembaga nonprofit, dan perorangan serta tidak berisi iklan dan tidak pernah menggunakan konten pengguna atau data siswa untuk tujuan periklanan.

Perangkat yang Mendukung

Google Classroom dapat diakses menggunakan internet di komputer dengan browser apa pun, seperti Chrome, Firefox, Internet Explorer, termasuk Safari. Secara umum, Google Classroom mendukung rilis browser utama secara berkelanjutan.

Dengan kata lain, tidak perlu instalasi lantaran Google Classroom berbasis website. Akan tetapi, instalasi diperlukan bila mengakses Google Classroom melalui perangkat bergerak, lantaran juga tersedia untuk perangkat seluler berbasis Android dan Apple.

Untuk mengetahui lebih jauh soal G Suite for Education terkait Google Classroom dapat dibaca lengkap melalui melalui tautan ini.

sumber : tirto.id

Probo Agung Laksono
Reporter