Perangi Covid-19, Google Hilangkan Lelucon April Mop Tahun Ini

Google tidak akan buat lelucon April Mop tahun ini untuk menghormati orang-orang yang sedang melawan Covid-19. Dok: Google

Bandung, Talamedia.id – Google memiliki tradisi rayakan April Mop dengan mengeluarkan berbagai candaan. Seperti tahun lalu, Google hadirkan game Snake di aplikasi Google Maps.

Dilansir dari antaranews.com, Google mengeluarkan surat edaran internal untuk karyawan yang berisi pemberitahuan agar tidak melakukan tradisi tahun ini untuk menghormati orang-orang yang berjuang melawan pandemi Covid-19.

“Tujuan terbesar kita sekarang adalah menjadi berguna untuk orang-orang. Jadi, simpan lelucon untuk April tahun depan, yang akan menjadi lebih cerah dibandingkan saat ini,” tulis Kepala Pemasaran Google Lorraine Twohill pada surat itu.



Google juga sudah menghentikan semua hal yang berkaitan dengan April Mop meski kemungkinan ada proyek-proyek kecil yang belum terdeteksi.

Perusahaan Google, Alphabet akan sumbangkan lebih dari 800 juta dolar AS atau Rp 12,8 triliun untuk produksi pasokan medis. CEO Google Sundar Pichai mengatakan, Google bekerja sama dengan manufaktur APD Magid Glove and Safety untuk produksi 2-3 juta masker.

340 juta dolar AS atau Rp 5,4 triliun akan diberikan kepada UKM aktif di platformnya dalam bentuk kredit iklan Google. Google juga akan berikan 250 juta dolar AS atau setara Rp 4 triliun kepada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan beberapa lembaga pemerintah dalam bentuk hibah iklan.

Sebelumnya, untuk mengatasi Hoax seputar Covid-19, Google juga menerapkan 4 kebijakan. Diantaranya mengutamakan kualitas dengan menampilkan sumber terpercaya, menangkal pelaku yang berniat menyebarkan disinformasi, memberikan sudut pandang informasi yang lebih lengkap, serta mendukung prinsip jurnalisme literasi digital.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Hubungan Pemerintah dan Kebijakan Publik Google Putri Alam setelah diskusi publik terkait Covid-29 di Gedung Kominfo, Jakarta, Senin (9/3).

“Berita yang paling baru tidak kita kedepankan. Yang lebih kita kedepankan adalah apakah itu dari sumber yang terpercaya atau turnitatif,” ujarnya.

(nrl)